Jalan Tente-Karumbu Rusak Parah, DPRD dan Wagub Bima Dianggap Ompong

Jalan Tente-Karumbu Rusak Parah, DPRD dan Wagub Bima Dianggap OmpongReviewed by adminon.This Is Article AboutJalan Tente-Karumbu Rusak Parah, DPRD dan Wagub Bima Dianggap OmpongBima,- Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bima Dapil VI khususnya Kecamatan Belo dan Langgudu kelihatan ompong memperjuangkan aspirasi konstituen di Daerah Pemilihan (Dapil) nya termasuk Wakil Bupati H Dahlan M Noer yang berasal dari Langgudu yang sehari-hari melewati jalan Lintas Tente Karumbu. Dengan sisa waktu jabatan delapan bulan terakhir mereka sudah menjalani masa baktinya […]
Foto : Kondisi jalan Lintas Tente Karumbu

Bima,- Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bima Dapil VI khususnya Kecamatan Belo dan Langgudu kelihatan ompong memperjuangkan aspirasi konstituen di Daerah Pemilihan (Dapil) nya termasuk Wakil Bupati H Dahlan M Noer yang berasal dari Langgudu yang sehari-hari melewati jalan Lintas Tente Karumbu.

Dengan sisa waktu jabatan delapan bulan terakhir mereka sudah menjalani masa baktinya mengisi Lembaga Legislatif dan eksekutif ini terkesan ambivalen memperjuangkan aspirasi rakyat.

Hal itu diungkap oleh IhwanOmpu kepada detikntb.com, Selasa (14/08). Wajah jalan Lintas Tente Karumbu tambahnya, tidak terurus secara serius sampai saat ini.

“Saya menduga kuat ada konspirasi antara anggota Dewan, Bupati dan wagub Bima, seolah Jalan Lintas Tente Karumbu dijadikan ATM berjalan, padahal jalan ini melintasi dua Kecamatan yang menyunting PAD Kabupaten Bima secara singnifikan dengan hasil tani dan lautnya”, kesal Ompu, Selasa (14/08) siang.

Kecamatan yang jalannya lebih dari 30 KM tersebut mengantarkan sedikitnya tiga anggota DPRD Provinsi NTB yang berkantor di Jalan Udayana Mataram dan tujuh Anggota DPRD Kabupaten Bima Dapil VI.

“Sangat memalukan jika dihitung hasil Pileg tahun 2014 lalu, antusias tinggi masyarakat di Kecamatan Belo dan Langgudu ini mengutus setidaknya tujuh Wakilnya di Parlemen (DPRD Bima) sana, Merujuk pada banyaknya jumlah Anggotan DPRD asal dua Kecamatan ini sangat disayangkan jika tidak bisa berbuat banyak untuk kepentingan masyarakatnya”, ungkapnya.

Konstituen asal Desa Ngali tersebut menganggap ada kesan kekonyolan jika melihat wajah jalan lintas tente karumbu yang tidak diperhatikan secara serius oleh anggota Dewan asal Belo dan Langgudu dalam mengurus kepentingan vital konstituennya.

“Mereka bagaikan boneka saja yang tidak punya naluri baik sama sekali untuk memeluk rakyatnya ke bawah. Mereka hanya bisa menebar janji dan pesona kebohongannga saja di hadapan rakyat demi sebuah pencitraan agar dipilih dan dipilih lagi ke depan”, cetusnya.

“Setiap hari mereka melintasi jalan rusak tersebut, mereka sadar kondisi jalannya seperti apa. Sama sekali tidak terketuk hatinya. Apa kata Hati”, tambahnya kesal.

Ia menganggap, Ketua DPRD Dapil VI Murni Suciati dan Wakil Ketua DPRD Nukrah S.Sos terkesan buta matanya terhadap kondisi yang ada.

“Sebut saja Murni Sucianti, Muhammad Natsir, S.Sos Politisi PAN dan Nukrah S.Sos asal Langgudu politisi Demokrat plus Wakil Bupatinya Dahlan M Noer, empat orang hebat ini memiliki posisi strategis di Lembaga Legislatif maupun di Eksekutif tapi berkesan konyol dan buta matanya”, tutupnya.

(IBA)