GP Bungrapa: Kerangkeng HBY, Kalau Tidak, Kita Revolusi

GP Bungrapa: Kerangkeng HBY, Kalau Tidak, Kita RevolusiReviewed by adminon.This Is Article AboutGP Bungrapa: Kerangkeng HBY, Kalau Tidak, Kita RevolusiMataram,- Puluhan massa aksi dari Gerakan Pemuda Bumi Nggahi Rawi Pahu (GP Bungrapa) kembali melakukan aksi di depan markas Polisi Daerah (Mapolda) NTB pada senen (12/03) siang. Kedatangan massa aksi yang dipimpin oleh Andi Rohandi SH tersebut, mempertanyakan kepada penyidik Polda NTB sejauh mana kelengkapan berkas perkara kasus tindak pidana korupsi CPNS K2 kabupaten Dompu […]
Foto : Massa aksi dari GP Bungrapa di depan Mapolda NTB

Mataram,- Puluhan massa aksi dari Gerakan Pemuda Bumi Nggahi Rawi Pahu (GP Bungrapa) kembali melakukan aksi di depan markas Polisi Daerah (Mapolda) NTB pada senen (12/03) siang.

Kedatangan massa aksi yang dipimpin oleh Andi Rohandi SH tersebut, mempertanyakan kepada penyidik Polda NTB sejauh mana kelengkapan berkas perkara kasus tindak pidana korupsi CPNS K2 kabupaten Dompu yang melibatkan keempat tersangka HBY, HR, HY, dan DD yang dikembalikan oleh Jaksa Penuntut Umum Kejaksaan Tinggi Nusa Tenggara Barat (JPU Kejati NTB) beberapa waktu lalu.

“Kami hanya ingin kepastiannya saja dalam proses penanganan kasus ini” pinta massa aksi.

Massa aksi juga meminta Kapolda NTB untuk menjemput paksa para tersangka kasus CPNS K2 Dompu untuk menghindari konflik horizontal di tengah polemik pro dan kontra yang terjadi di tengah masyarakat Dompu.

Pantauan media ini di lokasi, ada beberapa spanduk yang dibentangkan oleh massa aksi, diantara spanduk itu yakni akan melakukan revolusi jika Polda NTB tidak menahan para tersangka termasuk Bupati Dompu H. Bambang M Yasin.

“Kerangkeng HBY, jika tidak, kita revolusi”, Ancam massa aksi Seperti tertulis di dalam spanduk yang dibawa massa aksi.

Kasubdit III Polda NTB AKBP Mustofa, SIK,. MH sebagai penyidik menanggapi tuntutan massa aksi akan mengupayakan secepat mungkin untuk menyerahkan kembali berkas perkara yang dikembalikan oleh Kejati NTB dua minggu yang lalu.

“(Saya akan) melengkapi petunjuk jaksa, kalau saya rasa sudah sesuai dengan apa yang diberikan petunjuk, saya akan segera saya kirim kembali”, Terang Mustafa.

Bahkan, Ia meminta massa aksi untuk mengawal serius proses penyidikan kasus tersebut. Sehingga, Lanjutnya, tidak ada yang ditutupi dalam proses penyelidikannya.

“Prinsipnya perkara tetap berjalan, tidak ada wacana SP3, saya berusaha semaksimal mungkin (untuk selesaikan kasus ini) bahwa penanganan perkara itu jalan”, terangnya pada perwakilan massa aksi di ruang kerjanya.

Untuk menunjukkan keseriusanya, Ia minggu lalu berangkat ke surabaya untuk memeriksa saksi ahli pidana.

“Minggu yang lalu saya ke surabaya saya periksa saksi ahli hukum pidana”, terangnya.

Setelah mendengarkan keterangan dari penyidik Polda NTB, Massa melanjutkan aksinya di Kejati NTB, namun perwakilan dari pihak kejati NTB tidak ada yang menanggapi.

Massa aksi tersebut mendapat pengawalan ketat dari Kapolsek Mataram Kompol Tauhid dan pasukannya.

Sementara, tersangka HBY dimintai keteranganya lewat aplikasi whatsapp, hingga berita ini dimuat, belum memberikan komentar berkaitan tuntutan massa aksi.

(IBA)