Dua Mahasiswa di Mataram Asal Dompu Ditembak Karena Mencuri

Dua Mahasiswa di Mataram Asal Dompu Ditembak Karena MencuriReviewed by adminon.This Is Article AboutDua Mahasiswa di Mataram Asal Dompu Ditembak Karena MencuriMataram,- Dua mahasiswa asal Dompu, NTB harus menginap dibui. Adi Wiranto alias Kimun, 20 tahun dan Firman alias Jarot 22 tahun asal Kecamatan Hu’u, Kabupaten Dompu terlibat pencurian sepeda motor (curanmor). Dua mahasiswa salah satu perguruan tinggi di Mataram itu dibekuk, Kamis (21/2). Wiranto terpaksa ditembak di bagian kaki kirinya. Saat penangkapan, dia berusaha kabur […]
Foto: Seorang pelaku diamankan karena maling motor

Mataram,- Dua mahasiswa asal Dompu, NTB harus menginap dibui. Adi Wiranto alias Kimun, 20 tahun dan Firman alias Jarot 22 tahun asal Kecamatan Hu’u, Kabupaten Dompu terlibat pencurian sepeda motor (curanmor).

Dua mahasiswa salah satu perguruan tinggi di Mataram itu dibekuk, Kamis (21/2). Wiranto terpaksa ditembak di bagian kaki kirinya. Saat penangkapan, dia berusaha kabur dari kejaran polisi.

“Anggota sudah berikan tembakan peringatan tapi AW (Adi Wiranto) tidak menghiraukan. Kami ambil tindakan terukur dengan melumpuhkannya,” kata Kapolres Mataram AKBP Saiful Alam kepada wartawan, Jumat (22/2).

Keduanya mengambil sepeda motor Honda Beat milik korban Sri Wahyuni asal Lombok Barat di kos-kosan Gomong, Kecamatan Selaparangan, Mataram, Sabtu (16/2). Saat itu, motor milik korban yang diparkir di TKP dalam keadaan terkunci stang.

“Korban menginap di kos temannya dan keesokkan harinya ketika hendak pulang korban melihat sepeda motornya sudah tidak ada,” tutur kapolres.

Korban pun melaporkan ke Polres Mataram. Usai mendapat laporan itu, Tim Resmob 701 Satreskrim bergerak mencari jejak pelaku. Hasilnya polisi mendapat informasi dari masyarakat jika Jarot sedang membongkar motor hasil curian itu di kosnya.

Petugas kemudian menangkap Jarot tanpa perlawanan. Setelah menangkap Jarot, polisi melakukan pengejaran terhadap Wiranto. Ketika hendak ditangkap, Wiranto sedang mengendarai motor menuju kosnya di Gomong.

Tim Resmob menghentikannya, namun dia melakukan perlawanan dengan membuang sepeda motor. Lalu berlari masuk ke dalam gang sehingga polisi mengeluarkan tembakkan peringatan sebanyak tiga kali. Tetapi dia tak menggubrinya dan terus berlari.

Polisi lalu membidik betis kirinya. Seketika, Wiranto tumbang sambil meringis kesakitan. “Kami bawa ke RS Bhayangkara untuk perawatan medis,” kata Saiful Alam.

Dari tangan keduanya itu, polisi mengamankan barang bukti empat unit sepeda motor. “Kedua pelaku ini mengaku secara bersama-sama mengambil motor,” tutup kapolres. (Iba)