Direktur WALHI NTB: Bukan Hanya Membakar Tapi Mau Bunuh Saya dan Keluarga

Direktur WALHI NTB: Bukan Hanya Membakar Tapi Mau Bunuh Saya dan KeluargaReviewed by adminon.This Is Article AboutDirektur WALHI NTB: Bukan Hanya Membakar Tapi Mau Bunuh Saya dan KeluargaLombok Tengah,- Peristiwa yang terjadi di rumah milik Direktur Wahana Lingkungan Hidup (Walhi) NTB Murdani, pada senen (28/01) dini hari lalu bukan hanya sekedar melakukan pembakaran terhadap mobil dan rumahnya, namun jauh lebih kejam yaitu ingin membunuh Murdani dan keluarganya. “Bukan sekedar pembakaran saja tapi ini adalah upaya pembunuhan dan menghabisi saya dan keluarga,” kata […]
mobil dir walhi ntb terbakar

Lombok Tengah,- Peristiwa yang terjadi di rumah milik Direktur Wahana Lingkungan Hidup (Walhi) NTB Murdani, pada senen (28/01) dini hari lalu bukan hanya sekedar melakukan pembakaran terhadap mobil dan rumahnya, namun jauh lebih kejam yaitu ingin membunuh Murdani dan keluarganya.

“Bukan sekedar pembakaran saja tapi ini adalah upaya pembunuhan dan menghabisi saya dan keluarga,” kata Murdani yang dihubungi media ini, Kamis (31/01) siang di Mataram.

Menurutnya, peristiwa pembakaran rumah dan dan sejumlah mobil miliknya yang terparkir di halaman rumahnya pada dini hari itu sudah dilaporkan ke Polda NTB. Polda NTB didesak untuk mengusut tuntas kasus yang dialami olehnya dengan dedline waktu 7×24 jam.

“Sudah dilaporkan dan Polsek, Polres dan Polda NTB sedang kolaborasi usut kasus ini,” terangnya.

Peristiwa tersebut katanya karena perusahaan tersebut melakukan aktivitas galian C di Dsn Gundul, Desa Menemeng dan Desa Bilebante, Kecamatan Pringgarata,  Lombok Tengah tersebut illegal. Menurut Murdani aktivitas tersebut merusak lingkungan hidup yang ada di sekitar tambang hingga ada penolakan dari masyarakat bertahun-tahun.

“Adanya hubungan advokasi direktur walhi NTB atas penolakan atas tambang galian pasir di Dsn Gundul, Desa Menemeng dan Desa Bilebante, Kec. Pringgarata,  Kab. Lombok Tengah, NTB,” katanya.

Untuk itu, dia mendesak Polda NTB untuk mengungkap pelaku rencana pembunuhan tersebut dalam waktu 7 kali 24 jam. Dan juga mendesak Mabes Polri untuk segera mengambil alih kasus tersebut.