Diduga Korupsi DD Ratusan Juta, Kades Sukamulya Terancam Bui Seumur Hidup

Diduga Korupsi DD Ratusan Juta, Kades Sukamulya Terancam Bui Seumur HidupReviewed by adminon.This Is Article AboutDiduga Korupsi DD Ratusan Juta, Kades Sukamulya Terancam Bui Seumur HidupMataram,- Kepolisian Daerah Nusa Tenggara Barat (Polda NTB) mengungkap kasus dugaan penyalahgunaan dana desa (DD) di Desa Sukamulya, Kecamatan Labangka, Kabupaten Sumbawa. Kabid Humas Polda NTB, Kombes. Pol. Komang Suarthana didampingi Kasubdit III Ditreskrimsus Polda NTB, AKBP Syarif Hidayat menyampaikan bahwa kerugian negara dari kasus ini mencapai Rp897,7 juta rupiah. “Berdasarkan penjumlahan hasil Audit BPK […]

Mataram,- Kepolisian Daerah Nusa Tenggara Barat (Polda NTB) mengungkap kasus dugaan penyalahgunaan dana desa (DD) di Desa Sukamulya, Kecamatan Labangka, Kabupaten Sumbawa.

Kabid Humas Polda NTB, Kombes. Pol. Komang Suarthana didampingi Kasubdit III Ditreskrimsus Polda NTB, AKBP Syarif Hidayat menyampaikan bahwa kerugian negara dari kasus ini mencapai Rp897,7 juta rupiah.

“Berdasarkan penjumlahan hasil Audit BPK Perwakilan NTB dan Audit/Laporan Pemeriksaan Khusus dari Auditor Inspektorat Kabupaten Sumbawa,” jelasnya kepada awak media saat menggelar jumpa pers di Polda NTB, Selasa (15/1/19).

AKBP Syarif Hidayat menjelaskan tersangka berinisial A selaku Kepala Desa Sukamulya telah menyalahgunakan Dana APBDes TA. 2015 dan TA. 2016 untuk keperluan pribadinya seperti membeli sepeda motor Mio, membeli kijang LGX, menebus mobil Toyota Rush, dan membayar angsuran kredit pada BPD NTB Cabang Plampang Sumbawa.

Lebih lanjut Syarif menjelaskan bahwa atas perbuatannya tersebut tersangka telah melanggar Pasal 2 ayat (1) dan atau Pasal 3 UU RI No. 31 Tahun 1999yang telah dirubah dengan UU No. 20 Tahun 2001 tentang tindak pidana korupsi.

“Tersangka terancam hukuman seumur hidup atau pidana paling singkat 4tahun sampai dengan 20 tahun dan denda 200 juta sampai 1 miliar,” kata Syarif.

Adapun saksi-saksi yang diperiksa atas perkara tersebut sebanyak 72 Saksi dan 3 Saksi ahli yakni dari BPKP, Ahli Pidana, dan PUPR Kabupaten Sumbawa.

Syarif mengatakan Berkas perkara sudah dinyatakan P21 berdasarkan Surat Kejati NTB Nomor: B-2699/P.2.5/Ft.1/11/2018 tanggal 12 November 2018.

Saat ini tersangka ditahan di Rutan Polda NTB dengan Surat Perintah Penahan Nomor: SprinHan/01/1/2019/Ditreskrimsus tanggal 9 Januari 2019,” pungkas Syarif. (Iba)