Beasiswa Diduga Disetop, Mahasiswa KSB & Sumbawa Akan Geruduk PT AMNT

Beasiswa Diduga Disetop, Mahasiswa KSB & Sumbawa Akan Geruduk PT AMNT
Foto: Mahasiswa Sumbawa Barat dan Sumbawa menggelar dialog tentang persoalan PT AMNT di Mataram, Kamis (29/11) malam

Mataram,- Sejumlah mahasiswa dari Kabupaten Sumbawa Barat dan Sumbawa menggelar diskusi berkaitan dengan berbagai persoalan yang ada di perusahaan tambang terbesar yakni PT Aman Mineral Nusa Tenggara (AMNT) yang berlokasi di KSB tersebut.

Dalam pemaparannya sebagai narasumber, mantan aktivis 98 M Syahril Amin yang juga putra KSB mengungkap berbagai persoalan yang ada. dari janji pemerintah pusat untuk membangun smelter di KSB hingga disetopnya beasiswa untuk mahasiswa dari Sumbawa Barat dan Sumbawa yang selama ini menjadi tradisi di PT Newmont Nusa Tenggara (NNT).

“Saya mengajak seluruh mahasiswa Sumbawa Barat dan Sumbawa untuk mendesak Gubernur dan DPRD NTB memanggil AMNT untuk memberikan jawaban atas persoalan itu,” pinta Syahril Amin kepada sejumlah mahasiswa KSB dan Sumbawa, Kamis (29/11) malam saat dialog di Mataram.

Pelapor kasus divestasi Newmont tersebut berharap kepada mahasiswa untuk tidak menjadi kuli dan penonton di Negeri sendiri.

Sementara ketua umum Himpunan Mahasiwa Sumbawa Barat (Himasbar) Mataram Yut Indrajaya menyesalkan ulah PT AMNT dalam menyetop beasiswa untuk mahasiwa KSB yang menjadi tradisi turun temurun sejak perusahaan tambang tersebut bernama PT NNT mulai beroperasi di tanah Sumbawa.

Baca juga : 

PT AMNT Diduga Setop Beasiswa Untuk Mahasiwa KSB, Pemuda KSB Geram

Pengusaha Surabaya Siap Beli PT AMNT Jika Tak Mampu Bayar Ganti Rugi 50 M

“Karena ini memang sudah menjadi turun temurun, kalau misalnya dari PT NNT dulukan tetap dikasi untuk beasiswa, tiba-tiba kenapa di PT Aman ini dihilangkan (disetop beasiswa itu),” tanyanya bingung.

Menurutnya, di tahun-tahun sebelumnya pada setiap semester ganjil beasiswa tersebut akan dicairkan, namun di tahun 2018 ini sampai menjelang akhir tahun 2018 beasiswa tersebut tidak kunjung dicairkan. Yut mengancam, Jika di akhir Desember 2018 bulan depan tidak ada kejelasan pencairannya maka dia akan melakukann demonstrasi besar-besaran.

Foto: Para ketua mahasiswa di Sumbawa dan Sumbawa Barat usai diskusi

Selain itu, rencana PT AMNT memperluas wilayah di Dodo Rinti di Kabupaten Sumbawa bagian selatan yang sekarang mulai tahap eksplorasi, Ketua Forum Komunikasi Pemuda Pelajar Mahasiswa Samawa (FKPPMS) Mataram Hendra Hermansyah mempertanyakan tertutupnya informasi dari PT AMNT dalam melakukan ekplorasi, sehingga kejelasan informasi yang dia dapatkan sangat susah berkaitan dengan kekayaan alamnya yang mau di eksploitasi.

“Namun yang pasti apapun itu, sepanjang kebutuhan kami mahasiwa dan masyarakat Sumbawa sekitar tambang diperhatikan termasuk beasiswa untuk kami mahasiswa Sumbawa, maka kami dukung” tuturnya.

Sementara Ketua Umum Himpunan Mahasiswa Sumbawa Selatan (HMSS) Mataram Sendi Akramullah memperkirakan kandungan emas yang akan dieksploitasi di Dodo Rinti Sumbawa tersebut mencapai 19 juta Ons dari 50 titik di Kabupaten Sumbawa Bagian Selatan tersebut.

Seperti aspirasi Ketua Umum FKPPMS, Sendi juga meminta agar mahasiswa diperhatikan, tidak hanya mendapatkan dampak negatifnya dari operasi tambang tersebut namun juga kemanfaatan terhadap kebutuhan masyarakat dan mahasiwa harus diperhatikan.

“Tentunya perusahaan harus mampu memberikan konstribusi real kepada kami khsuusnya mahasiswa Sumbawa Selatan dan mahasiswa Sumbawa,” harapnya.

“Jika memang apa yang menjadi keinginan kami dengan segera todak diberikan kejelasan tentang apa yang dilaksanakan oleh AMNT itu sendiri, kami akan mengeksekusi secara langsung dan kami akan turun ke jalan seperti yang kami lakukan di tahun-tahun sebelumnya menolak kehadiran mereka,” ancamnya.

Sementara pihak AMNT belum memberikan jawaban apapun terkait hal itu seperti yang ditanyakan oleh media ini beberapa hari yang lalu. (Iba)