Hidupkan Pariwisata, Gili Menggawe Festival 2019 Digelar Sebulan Penuh

Hidupkan Pariwisata, Gili Menggawe Festival 2019 Digelar Sebulan Penuh
Foto: Koordinator acara Gili Menggawe Festival 2019 yang juga GM Vila Karang Hotel, Dewa Adi di Venue Gili's Bed Making Kompetition

Lombok Utara (DetikNTB.com),- Dalam rangka menghidupkan kembali pariwisata pasca gempa bumi melanda Lombok tahun 2018 lalu, sejumlah pegiat pariwisata menggelar Gili Menggawe Festival 2019 di Gili Air Lombok Utara.

Gili Menggawe Festival 2019 secara resmi dibuka pada 15 Juni 2019 kemarin, berbagai event digelar dalam rangka mengisi event sebulan penuh tersebut. Di antara event yang digelar adalah Peresean, Gili’s Bed Making Kompetition 2019 dan berbagai event tradisional lainnya.

Untuk Gili’s Bed Making Kompetition 2019 sendiri digelar di halaman tengah Villa Karang Hotel & SPA Gili Air, Sabtu (22/06) siang dengan menghadirkan 22 peserta room attendant atau roomboy dari 19 Hotel dan Villa di tiga Gili di Lombok Utara, dua di antaranya dari hotel di Senggigi Lombok Barat.

BERITA TERKAIT: Hadapi Low Season, Sejumlah GM Hotel di Gili Gelar Festival Gili Begibung

Seluruh peserta yang ikut berkompetisi memberikan penampilan terbaiknya yang dinilai langsung oleh dua Juri profesional yakni I Ketut Oka Adijasa, S.Sos seorang dosen dari Sekolah Tinggi Pariwisata (STP) Mataram yang juga Ketua IHKA NTB 2007-Februari 2019.

Sementara juri kedua dari dosen Room Division di Extension Tourism Fakultas Pariwisata Universitas Mataram (Unram), Ahmad Mujadid yang juga Housekepeer Lombok Garden Hotel Mataram.

Gili’s Bed Making Kompetition 2019 adalah lomba merapikan tempat tidur menjadi sebuah tempat tidur yang nyaman dan indah untuk para tamu yang berbulan madu (honeymooner) ataupun yang ingin sekedar berlibur di hotel di Gilli.

BERITA TERKAIT: Gili Mas Diproyeksi Jadi Wisata Baru Lombok Barat

Menurut juri, I Ketut Oka Adijasa, sejumlah penilaian yang diambil dari penampilan peserta adalah seragam yang digunakan, kebersihan diri, penumpukan linen yang sesuai urutan, memasang BED PAD, memasang sheet pertama, ketepatan memasang duvet, estetika, keamanan materi yang digunakan, dan posisi BED.

“Yang terakhir memang adalah waktu. Nah waktu sangat diperlukan juga (dalam meniali) kecepatan dan sebagainya. Setiap peserta kita berikan waktu maksimal 12 menit,” terang mantan housekeeper Aston Inn Mataram ini di sela acara.

Dari 22 peserta yang ikut tersebut yang diambil hanya empat peserta dan ditetapkan menjadi juara I, II, III dan juara favorit. Masing mendapatkan hadiah Rp 1,5 juta rupiah untuk juara I, Rp 1 juta rupiah untuk juara II, Rp 500 ribu rupiah untuk juara II serta juara favorit Rp 500 ribu rupiah dan masing-masing peserta mendapatkan trophy, sertifikat dan souvernir.

BACA JUGA: Pastikan Pariwisata Berjalan Normal, Mayjen TNI Madsuni Tinjau Gili Trawangan

Sementara Koodinator acara yang juga GM Villa Karang hotel, Dewa Adi, mengucapkan terima kasih kepada seluruh peserta yang ikut berkompetisi dan seluruh perwakilan hotel dan villa yang telah mengirimkan para pesertanya ke Gili’s Bed Making Kompetition 2019.

“Terima kasih saya ucapkan untuk semuanya,” katanya.

Dewa menambahkan, tujuan dari acara tersebut diantaranya untuk menghidupkan kembali acara serupa yang pernah digelar sebelumnya, sebagai ajang pertemuan sesama rekan kerja hotel, memeriahkan Gili Menggawe Festival 2019, sarana promosi pariwisata island dan umumnya NTB.

“Menyuarakan pada dunia tentang kebangkitan pariwisata Gili dan Lombok pasca bencana gempa melalui sosial media elektronik maupun pers,” ungkapnya. (Iba)