Hadapi Low Season, Sejumlah GM Hotel di Gili Gelar Festival Gili Begibung

Hadapi Low Season, Sejumlah GM Hotel di Gili Gelar Festival Gili Begibung
Ketua panitia bersama tokoh adat, kepala desa Gili Trawangan serta sejumlah GM Hotel

Lombok Utara (Detik NTB),- Gempa Lombok dan Sumbawa yang terjadi bulan Agustus tahun 2018 lalu membuat para pelaku wisata seperti hotel, tempat hiburan dan sejumlah usaha yang bergerak sektor pariwisata mengalami kerugian yang cukup signifikan.

Angka kunjungan wisatawan berkurang ditambah mahalnya harga tiket baru-baru ini mebuat emreka semakin terpukul.

Namun, untuk mengisi low season tersebut pihak General Manager Hotel bahu membahu untuk membuat para wisatawan kembali berkunjung ke Nusa Tenggara Barat khsusunya di Lombok Utara dengan mengadakan berbagai event.

Di Gili Trawangan misalnya, gabungan pengusaha hotel ketiga Gili yakni Gili Trawangn, Air dan Meno yang ada di Lombok Utara menggelar Festival Gili Begibung. Begibung atau megibung dapat diartikan sebagai makan bersama.

Menurut ketua panitia, Lalu Kusnawan, Begibung sendiri baru dilaksanakan pada tahun ini dan akan menjadi agenda rutin di Gili.

“Kami berharap nantinya kegiatan ini rutin diadakan ketika mengsisi kekosongan low season,” harapnya, Sabtu (23/03) saat memberikan keterangan pers.

Festival Gili Megibung diadakan pada bulan Maret tahun berjalan tambahnya, karena masa low season itu baru mulai.

Sementara, tujuan yang sebenarnya dari ‘megibung’ menurut Ketua Adat Lombok Utara, Datu Artadi, memohon doa kepada Tuhan Yang Maha Esa supaya Lombok Utara khususnya ketiga Gili yang ada, yakni Gili Trawangan, Meno dan Air pascagempa akhir tahun 2018 lalu dijauhkan dari musibah serta supaya mendapatkan keberkahan.

Begibung sendiri tambahnya, hanya dapat dilaksanakan pada upacara  pesta adat seperti saat pernikahan dan atau pada saat-saat tertentu seperti low season yang sering terjadi setiap bulan Maret tahun berjalan ini.

Sementara Kades Gili Trawangan, Suburuddin, mengakui bahwa kegiatan semacam ini sering dilksanakan di Gili ini, dengan tujuan menampilkan budaya yang ada sehingga menarik wisatawan lokal maupun mancangera untuk menikmati keindahan Gili. (Iba)