Wakapolres Bima Geram Atas Pemberitaan Dua Media Online Nasional

Wakapolres Bima Geram Atas Pemberitaan Dua Media Online NasionalReviewed by adminon.This Is Article AboutWakapolres Bima Geram Atas Pemberitaan Dua Media Online NasionalBima,- Dua media online nasional yakni Kompas.com dan Tribunnews.com didesak meminta maaf kepada Wakapolres Bima Kompol Yusuf Tauziri, SIK selama tujuh hari berturut-turut. Bukan tanpa sebab, orang nomor dua di Polres Bima ini mendapat kabar bahwa dirinya diberitakan oleh dua media online nasional tersebut tentang penembakan yang dilakukan oleh Wakapolres Lombok Tengah NTB Komisaris Fahrizal karena […]
Foto : Wakapolres Bima Kompol Yusuf Tauziri, SIK (Sumber: samawarea.com)

Bima,- Dua media online nasional yakni Kompas.com dan Tribunnews.com didesak meminta maaf kepada Wakapolres Bima Kompol Yusuf Tauziri, SIK selama tujuh hari berturut-turut.

Bukan tanpa sebab, orang nomor dua di Polres Bima ini mendapat kabar bahwa dirinya diberitakan oleh dua media online nasional tersebut tentang penembakan yang dilakukan oleh Wakapolres Lombok Tengah NTB Komisaris Fahrizal karena menembak mati adik iparnya berinisial K alias I (34) di hadapan istri dan ibunya di Medan Sumatra Utara, Rabu (04/04) malam.

Diberitakan oleh kompas dan tribunnews bahwa dirinya lah pelaku penembakan tersebut.

Atas pemberitaan yang dimuat oleh dua media online nasional tersebut Kompol Yusuf Tauziri, SIK mendesaknya untuk meminta maaf selama tujuh hari berturut-turut.

“Kompas.com dan Tribunnews.com harus bertanggungjawab karena kesalahan judul berita ini saya merasa dirugikan, kesalahan judul berita ini diikuti oleh portal berita lainnya dan telah menyebar agar diralat dan dimuat permohonan maaf atas kesalahan penyebutan jabatan nya selama 7 hari di media cetak dan media online nya ..mohon diatensi salam hormat untuk Dewan Pers”, pintanya di laman facebook miliknya Yusuf Tauziri disertai screenshot yang dimuat oleh Tribunnews.com.

Untuk diketahui kompas memberitakan pertama kali di medianya, Kamis (05/04) pukul 18.34 dengan judul “Tembak Mati Adik Ipar, Kompol Fahrizal Terancam Hukuman Mati”, dalam keterangan yang dimuat oleh kompas tersebut terlihat kesalahan nama dan jabatan Wakapolres Bima.

Lalu berita dimuat oleh kompas tersebut diduga langsung diikuti oleh tribunnews.com dengan judul “Tembak Mati Adik Iparnya, Wakapores Bima Terancam Hukuman Mati”.

“#Berita Kompas 2 hari yang lalu, tribunnews 13 jam yang lalu terus diikuti kesalahan judul berita oleh portal yg lainnya …berarti kompas sumber pertamanya”, postingnya di laman facebook miliknya 16 jam yang lalu.

Hingga berita ini dimuat belum ada klarifikasi ataupun hak jawab dari dua media tersebut.

(IBA)