Wacana Pemprov bangun jembatan Lombok-Sumbawa didukung DPRD NTB

Wacana Pemprov bangun jembatan Lombok-Sumbawa didukung DPRD NTBReviewed by adminon.This Is Article AboutWacana Pemprov bangun jembatan Lombok-Sumbawa didukung DPRD NTBMataram (Detikntbcom),- Rencana pembangunan jembatan penghubung Lombok-Sumbawa oleh Pemerintah Provinsi (Pemprov) disambut baik DPRD NTB dalam hal ini komisi IV yang membidangi infrastruktur dan lingkungan hidup. Sekretaris Komisi IV DPRD NTB, H Asaad Abdullah kepada media ini, Senin (28/12) menyampaikan, etika baik Pemprov dalam hal ini Gubernur NTB berencana akan membangun jembatan penghubung Lombok-Sumbawa harus […]
Ilustrasi jembatan penghubung Lombok-Sumbawa (Istimewa)

Mataram (Detikntbcom),- Rencana pembangunan jembatan penghubung Lombok-Sumbawa oleh Pemerintah Provinsi (Pemprov) disambut baik DPRD NTB dalam hal ini komisi IV yang membidangi infrastruktur dan lingkungan hidup.

Sekretaris Komisi IV DPRD NTB, H Asaad Abdullah kepada media ini, Senin (28/12) menyampaikan, etika baik Pemprov dalam hal ini Gubernur NTB berencana akan membangun jembatan penghubung Lombok-Sumbawa harus didukung oleh semua pihak.

Pihaknya menilai langkah Gubernur NTB luar biasa dan sudah tepat. Hanya saja katanya, tentu dari segi dana harus berkolaborasi dengan pusat.

Meski begitu, lanjutnya, ia meyakini Dr H Zulkieflimansyah selaku Gubernur NTB mampu merealisasikan Mega proyek tersebut dengan jaringan dan koneksinya yang luas dalam merealisasikan jembatan penghubung tersebut.

Sekretaris Komisi IV DPRD NTB Asaad Abdullah

“Ini luar biasa dan harus kita dukung. Persoalan mampu terlealisasi atau tidaknya, yang terpenting adalah ikhtiar bersama. Mungkin APBD Provinsi tidak akan bisa, tapi dengan dana luar maupun APBN, Insya Allah bisa,” katanya.

Sekretaris Fraksi NasDem di Udayana itu juga memberikan sedikit gambaran dampak atau manfaat positif dengan adanya jembatan tersebut. Yakni dari segi ekonomi, lancarnya hubungan antara masyarakat di Pulau Lombok dan Sumbawa.

“Akses jalan juga bisa lebih mudah, dan mempersingkat waktu atau jarak tempuh bagi masyarakat yang melakukan perjalanan ke Lombok-Sumbawa ataupun sebaliknya,” kata Haji Saat.

“Intinya kami mendukung dan mengapresiasi langkah Gubernur NTB. Karena (rencana pembangunan jembatan penghubung lombok-sumbawa) ini luar biasa,” imbuhnya.

Terakhir, menurut dia, persoalan pro dan kontra terkait rencana pembangunan jembatan penghubung itu dinilainya hal wajar dan biasa ketika ada pihak yang setuju dan tidak setuju.

Kendati demikian, ia mengajak semua pihak untuk dapat melihat secara jernih akan manfaat besar dengan adanya jembatan tersebut kelak jika terlealisasi kedepannya.

“Ini demi kebaikan kita semuanya, dan orang yang beranggapan bisa terlealisasi atau tidaknya jembatan itu, bisa saja menjadi mungkin. Karena pada dasarnya tidak ada yang mustahil akan segala sesuatunya,” ujarnya.

Disability dilakukan Januari 2021

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, langkah awal mewujudkan mimpi membangun jembatan Lombok-Sumbawa sepanjang 16,5 kilometer dimulai. Hal itu ditandai dengan penandatangan kerja sama studi kelayakan (feasibility study), Pemerintah Provinsi NTB dengan PT Nabil Surya Persada, di ruang kerja gubernur NTB, Rabu (23/12) lalu.

Studi kelayakan rencana pembangunan jembatan akan dimulai Januari 2021. Jembatan itu digadang-gadang akan menjadi jembatan terpanjang di Indonesia. Saat ini, jembatan Surabaya-Madura (Suramadu) dengan panjang 5.438 meter atau 5,4 kilometer menjadi jembatan terpanjang di Indonesia.

Bila jembatan benar-benar terwujud, maka NTB akan memiliki jembatan terpanjang seantero Indonesia. Kerja sama studi kelayakan itu ditandatangi Gubernur NTB Dr H Zulkieflimansyah bersama Direktur PT Nabil Surya Persada, Fauzi.

Setelah acara, Direktur PT Nabil Surya Persada, Fauzi mengungkapkan, penandatanganan studi kelayakan merupakan bukti kesungguhan Pemprov membangun jembatan penghubung Lombok-Sumbawa.

Jembatan tersebut akan menggairahkan perekonomian masyarakat dua pulau tersebut. “Kita membuktikan bahwa untuk anggaran FS (feasibility study) dan ke depan pelaksanaan investasi semua dibackup PT Nabil Surya Persada,” ujarnya.

Lebih jauh, Fauzi mengemukakan bahwa feasibility study mulai dilakukan Januari 2021 mendatang. Ia berharap, ikhtiar bersama tersebut dapat terlaksana dengan baik dan pembangunan jembatan segera terwujud.

Data Pemprov NTB menunjukkan, dengan panjang 16,5 kilometer, total biaya konstruksi paling sedikit Rp 16,5 triliun. Diperkirakan, per kilometer jembatan dibutuhkan biaya Rp 850 miliar hingga Rp 1 triliun.

Jika ditambah dengan asesorisnya, maka kebutuhan biaya sekitar Rp 20 triliun.
Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Penelitian dan Pengembangan Daerah (Bappeda) Provinsi NTB Amri Rahman mengatakan, keberadaan jembatan tersebut sangat penting.

Bila terbangun, interaksi masyarakat Pulau Lombok dan Sumbawa akan lebih mudah. “Pada akhirnya akan menggairahkan perekonomian,” kata beberapa waktu lalu.

Jembatan tersebut bisa menjadi jalur distribusi logistik nasional. Selain itu, PT AMNT akan mengembangkan industri pengolahan konsentrat atau smelter di Sumbawa.

Jembatan akan memberikan kemudahan yang luar biasa untuk kepentingan bisnis dan masyarakat kedua wilayah. Saat ini jarak tempuh penyeberangan menggunakan kapal dari Pelabuhan Kayangan ke Pelabuhan Poto Tano sekitar 1,5 jam sampai 2 jam.

Bila jembatan tersebut terwujud, waktu penyeberangan dipangkas menjadi 15 menit. Pemprov NTB menjamin jembatan itu tidak akan mematikan usaha kapal. Masyarakat bisa memilih sendiri layanan yang lebih menguntungkan. (Iba/Ist)