Tuntut sejumlah persoalan, seorang aktivis Bima tertembak

Tuntut sejumlah persoalan, seorang aktivis Bima tertembakReviewed by adminon.This Is Article AboutTuntut sejumlah persoalan, seorang aktivis Bima tertembakBima (Detikntbcom),- Aksi demonstrasi yang digelar Front Rakyat Merdeka (FRM) di depan Kantor Bupati Bima, Senin (27/7/2020) berakhir ricuh. Akibatnya, menurut Korlap Aksi Imam Hidayat seorang demonstran tertembak gas air mata di bagian dadanya. “Korban diketahui bernama Muhaimin warga Desa Ngali, Kecamatan Belo, Kabupaten Bima. Korban diduga ditembak saat kericuhan antara aparat dan pendemo berlangsung,” […]
Muhaimin warga Desa Ngali, Kecamatan Belo, Kabupaten Bima tertembak saat mericuhan berlangsung mendapat penanganan medis (Dok. Istimewa)

Bima (Detikntbcom),- Aksi demonstrasi yang digelar Front Rakyat Merdeka (FRM) di depan Kantor Bupati Bima, Senin (27/7/2020) berakhir ricuh. Akibatnya, menurut Korlap Aksi Imam Hidayat seorang demonstran tertembak gas air mata di bagian dadanya.

“Korban diketahui bernama Muhaimin warga Desa Ngali, Kecamatan Belo, Kabupaten Bima. Korban diduga ditembak saat kericuhan antara aparat dan pendemo berlangsung,” jelas Imam, Senin (27/7/2020).

Imam Hidayat mengatakan, penembakan itu berlangsung diduga saat aparat hendak membubarkan massa aksi dengan menggunakan gas air mata. Usai tembakan gas ais mata, korban langsung terkapar. Sejumlah rekan korban dari massa aksi berupaya mengevakuasi korban dan membawanya ke Puskesmas Woha.

Dalam aksinya. Imam meminta kepada Bupati Bima agar mencabut SK 188 atas ijin pertambangan yang ada di Kabupaten Bima saat ini. Selain itu, pihaknya meminta agar menghentikan perampasan tanah yang terjadi di Kabupaten Bima yang dilakukan pihak korporasi.

“Tuntutan lainnya yaitu hadirkan satu mobil sampah di setiap kecamatan dan hadirkan mobil damkar di setiap kecamatan. Selain itu, lakukan perbaikan infrastruktur jalan, pembuatan drainase dan pemasangan lampu jalan secara merata,” jelas dia.

Pihaknya pun mendesak Bupati untuk mengevaluasi kinerja PD. Wawo. Ia menambahkan, pihaknya juga menuntut gratiskan biaya pendidikan mulai dari SD, SMP dan SMA di tengah pandemi Covid19.

“Terakhir, mendesak Bupati Bima untuk mengevaluasi kinerja KP3 di Kabupaten Bima yang bermasalah soal keberadaan pupuk di Bima selama ini,” pungkasnya.

Terkait adanya korban luka tembak saat aksi yang berlangsung pagi tadi, pihak Polres Bima yang mengawal berlangsungnya aksi depan kantor Bupati Bima itu masih dikonfirmasi lebih lanjut.

Informasi yang dihimpun, kondisi korban yang diketahui warga Desa Ngali itu berangsur membaik, namun masih dalam perawatan intensif. (01)