Tujuh alasan memilih pasangan Mo-Novi untuk Sumbawa Gemilang

Tujuh alasan memilih pasangan Mo-Novi untuk Sumbawa GemilangReviewed by adminon.This Is Article AboutTujuh alasan memilih pasangan Mo-Novi untuk Sumbawa GemilangSumbawa (Detikntbcom),- Ketua Tim Pemenangan Mo-Novi, Sambirang Ahmadi juga mengutarakan hal senada dengan Mo-Novi. Dirinya pun tak menampik, arus dukungan terhadap pasangan Mo-Novi mengalir deras. Ia pun mengucapkan terimakasih kepada berbagai pihak yang telah luar biasa mau perjuangan serta memenangkan bersama paslon nomor urut empat (4) di Pilkada Sumbawa pada 9 Desember 2020 ini. Disisi […]
Ketua Tim Pemenangan Mo-Novi, Sambirang Ahmadi saat menyampaikan sambutan ditemani Paslon Mo-Novi

Sumbawa (Detikntbcom),- Ketua Tim Pemenangan Mo-Novi, Sambirang Ahmadi juga mengutarakan hal senada dengan Mo-Novi. Dirinya pun tak menampik, arus dukungan terhadap pasangan Mo-Novi mengalir deras.

Ia pun mengucapkan terimakasih kepada berbagai pihak yang telah luar biasa mau perjuangan serta memenangkan bersama paslon nomor urut empat (4) di Pilkada Sumbawa pada 9 Desember 2020 ini.

Disisi lain, pria yang juga menjabat sebagai Ketua Komisi III DPRD NTB itu, memaparkan tujuh alasan memilih Mo-Novi. Pertama, kata Sambirang, berpengalaman.

“Haji Mo adalah birokrat handal, kualitasnya tidak hanya bekerja di belakang meja, melainkan berkontribusi langsung di lapangan dan ditengah masyarakat. Ibu Novy adalah seorang guru professional, berpengalaman dalam dunia pendidikan. Kombinasi Mo-Novy merupakan perpaduan pengalaman dalam segala lini untuk Sumbawa Gemilang yang Berkeadaban,” ujarnya.

Kedua, lanjut Pimpin Fraksi PKS di Udayana itu, yakni rekam jejaknya. Menurutnya Haji Mo terkenal akan kesahajaannya, berpengalaman dalam bidang politik dan birokrasi serta paling memahami isu-isu daerah dan masa depan Sumbawa.

“Karena dia percaya bahwa selain pertanian dan peternakan, masa depan Sumbawa adalah pariwisata. Ibu Novy memiliki rekam jejak prestatif dalam dunia pendidikan, ia memahami cara membangun SDM berkualitas dan menciptakan usaha ekonomi kreatif. Keduanya memiliki rekam jejak yang profesional dan dapat diandalkan,” tuturnya.

Ketiga, masih kata pria yang kerap disapa Ustadz Sambirang ini, yaitu terkait dengan keterwakilan gender. Pasangan Mo-Novi adalah kombinasi gender yang paling ideal.

Pasangan ini, kata dia, memahami bahwa kemampuan laki-laki, harus diiringi dengan kemampuan perempuan sebagai support system sebagai harmoni dan keserasian. Dimana keduanya dapat berkolaborasi dengan sama-sama memahami posisi dan potensi masing-masing.

“Keempat, Mo-Novi adakah kombinasi usia. Selain keserasian gender, Pasangan Mo-Novi merupakan kombinasi usia yang ideal. Haji Mo merupakan keterwakilan generasi tua yang kharismatik, berwibawa dan bersahaja. Melalui pemikiran yang matang, serta pengalaman yang mumpuni, Haji Mo adalah figur pengambil keputusan yang tepat. Kemudian kaum muda direpresentasikan oleh Ibu Novi, sebagai perempuan gemilang yang energik dan kreatif. Melalui pasangan ini, keterwakilan tua dan muda dapat diakomodir dalam satu gerbong menuju Sumbawa Gemilang,” paparnya.

“Kelima, yaitu bersih. Pasangan Mo-Novi berkomitmen terhadap upaya pemberantasan korupsi. Sehingga keduanya tidak pernah tersandung kasus dan isu korupsi apapun. Mereka murni berjuang untuk kebaikan bersama dan kesejahteraan masyarakat Kabupaten Sumbawa,” tambah Wakil Rakyat di Udayana asal Dapil V Sumbawa-KSB tersebut.

Sambirang menambahkan, adapun point yang ke enam. Yaitu berkaitan dengan program. Kata dia, Pasangan Mo-Novi memiliki 10 program unggulan dalam seluruh lintas sektor, lintas usia, suku dan agama. Mereka berkomitmen bahwa kesejahteraan masyarakat adalah hal mutlak yang harus diperjuangkan.

“Jadi mereka memahami strategi pengelolaan APBD dan meningkatkan PAD. Program Mo-Novy tidak bisa dilakukan sendirian, oleh sebab itu seluruh program akan dijalankan berdasarkan aspirasi dan asas kekeluargaan pemimpin dan masyarakatnya,” kata pria yang dikenal santun itu.

“Nah yang terakhir (point ketujuh), Mo-Novi selalu mengedepankan ide dan gagasan, dibandingkan kemampuan material. Keduanya merupakan figur egaliter yang
mengedepankan semangat gotong royong dan persaudaraan. Tidak ada ekslusifitas, keduanya adalah figur yang sangat cair dan bersahaja,” ungkap Sambirang Ahmadi. (Iba)