Terbaring Sakit, Butuh Rp23 Juta untuk Kesembuhan Yuni Alumni Unram ini

Terbaring Sakit, Butuh Rp23 Juta untuk Kesembuhan Yuni Alumni Unram iniReviewed by adminon.This Is Article AboutTerbaring Sakit, Butuh Rp23 Juta untuk Kesembuhan Yuni Alumni Unram iniMataram (DetikNTB.Com),- Seorang alumni Universitas Mataram angkatan tahun 2013 asal desa Tumpu Kecamatan Bolo Kabupaten Bima atas nama Sri Wahyuningsih (25) terbaring sakit di rumahnya karena kekurangan biaya untuk berobat ke Rumah Sakit. Yuni panggilannya sempat berobat ke RSUD Bima hingga mendapatkan perawatan intensif namun karena kurangnya biaya dan serta banyaknya tunggakan BPJS, akhirnya dirawat […]
Sri Wahyuningsih seorang alumni Universitas Mataram (Unram) terbaring sakit di rumahnya di Desa Tumpu Kecamatan Bolo Bima NTB (kiri) karena kekurangan biaya. (Kanan) Sri Wahyungsih tersenyum saat sebelum sakit (Dok. Istimewa)

Mataram (DetikNTB.Com),- Seorang alumni Universitas Mataram angkatan tahun 2013 asal desa Tumpu Kecamatan Bolo Kabupaten Bima atas nama Sri Wahyuningsih (25) terbaring sakit di rumahnya karena kekurangan biaya untuk berobat ke Rumah Sakit.

Yuni panggilannya sempat berobat ke RSUD Bima hingga mendapatkan perawatan intensif namun karena kurangnya biaya dan serta banyaknya tunggakan BPJS, akhirnya dirawat di rumahnya di Desa Tumpu Kecamatan Bolo Bima NTB.

Perempuan cantik yang pernah tinggal kos di Kecubung IV Gomong Lama Kota Mataram ini mengidap penyakit Tuberkulosis Usus dan Gondok Beracun sejak tahun 2019.

“Awalnya Sri Wahyungsih mengalami gejala sakit di bagian leher dan perut yang luar biasa selama kurang lebih 3-4 bulan. Karena tidak kunjung membaik, Sri Wahyungsih hanya bisa menerima nasib dan hanya bisa melakukan perawatan di rumah dengan obat seadanya karena terkendala dana untuk pengobatan dan banyaknya tunggakan BPJS sehingga tidak memungkinkan untuk dirawat di rumah sakit,” kata Yanto Staf Accounting di salah satu perusahaan swasta yang juga inisiator penggalangan dana untuk Yuni di KitaBisa.Com yang diterima media ini, Selasa (12/5).

Sri Wahyungsih bersama ibundanya saat wisuda di Unram 2013 lalu (Dok. Istimewa)

Lama kelamaan jelasnya, perutnya membesar (buncit), sehingga semakin mengkhawatirkan keluarga dan kerabat. Akhirnya dengan bantuan teman-teman SMA (Paguyuban Ikatan alumni SMA nya) dulu dan warga sekitar, Yuni dibawa ke RS dan dioperasi. Sepulang dari operasi, Yuni kembali menjalani perawatan di rumah karena sudah tidak mampu lagi membayar rumah sakit. Padahal kondisi Yuni sangat membutuhkan perawatan intens pasca operasi di RS.

“Karena perawatan dilakukan di rumah dan tidak sesuai SOP akhirnya luka jahitannya terlepas (sebanyak 2 jahitan) dan keluar cairan (seperti fases cair) secara terus menerus. Bahkan sekarang bernanah. Saya pikir ini tanda infeksi,” jelas Yanto.

Saat ini keluhan terberat yang Sri Wahyungsih rasakan adalah seringnya keluar cairan dari bekas luka operasi dan tidak bisa makan sama sekali. Setiap kali makan Yuni selalu memuntahkannya kembali. Yuni harus segera dilakukan tindakan yang intensif di rumah sakit agar penyakitnya tidak semakin parah.

Jika tidak mendapatkan tindakan tersebut dalam waktu dekat akan berakibat fatal pada keadaan Yuni. Ditambah semakin hari dia semakin kurus dan cairan dari perutnya terus keluar.

“Saat ini total biaya yang dibutuhkan sebesar Rp23.000.000,” rinci Yanto.

Adapun untuk untuk rinciannya ungkapnya,  biaya pembelian pampers dan tisu untuk untuk membersihkan cairan yang keluar dari perutnya selama perawatan Rp 5.000.000;, Pembelian obat dan suplemen lainnya Rp 10.000.000;, biaya pembayaran tunggakan BPJS dan selama perawatan untuk operasional tiap hari 8.000.000 selama perawatan di RS dan kemungkinan besar perawatannya dan membutukan waktu yang lama.

“Untuk berobat Sri Wahyungsih mengandalkan biaya dari partisipan angkatan 2013 teman SMA. Selain menggalang dana di Kitabisa, kami juga berjuang mendapatkan biaya tambahan untuk berobat dengan cara berjalan keliling meminta subangan,” ungkapnya.

Untuk itu katanya, sangat besar harapannya akan bantuan dan doa para #OrangBaik agar Sri Wahyungsih bisa melanjutkan pengobatan hingga selesai.

Adapun cara donasinya:

1. Klik tombol “DONASI SEKARANG”

2. Masukkan nominal donasi

3. Pilih metode pembayaran GO-PAY, Jenius Pay, LinkAja, DANA, Mandiri Virtual Account, BCA Virtual Account, atau transfer Bank (transfer bank BNI, Mandiri, BCA, BRI, BNI Syariah, atau kartu kredit) dan transfer ke no. rekening yang tertera.

“Tak hanya mendoakan dan berdonasi, saudara-saudara juga bisa membagikan halaman galang dana saya ini agar semakin banyak yang turut menemani perjuangan saya. Terima kasih banyak, #orangbaik!,” tutupnya. (Iba)