Detik NTB

Berita Nusa Tenggara Barat

Breaking News Headline Hukrim Peristiwa

Soal penahanan 4 IRT dan 2 balita di Kejari Loteng, Kejati NTB angkat bicara

Mataram (Detikntbcom),- Kejaksaan Tinggi (Kejati) NTB angkat bicara terkait kasus penahanan Empat Ibu Rumah Tangga (IRT) dan Dua Balita yang sedang marak pemberitaan karena kasus pengerusakan gudang tembakau milik H M Suwardi, di Eyat Nyiur, Wajageseng, Kecamatan Kopang Lombok Tengah.

Terkait permasalahan tersebut Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) NTB, Tomo melalui Kasi Penkum dan Humas Kejati NTB meluruskan informasi yang berseliweran agar pemberitaan terkait masalah tersebut tidak membias dan tidak meresahkan masyarakat.

Kepala Seksi (Kasi) Humas dan Penkum Kejati NTB Dedi Irawan mengakui pada hari Selasa tanggal 16 Februari 2021 sekitar pukul 10.00 wita di kantor Kejaksaan Negeri Lombok Tengah telah berlangsung tahap dua atas tersangka Hultiah dan kawan-kawan yang disangka melanggar Pasal 170 ayat 1 KUHP.

Dia menjelaskan, pengiriman berkas tahap pertama oleh Penyidik Polres Loteng dengan nomor surat B/16/5/2021 pada tanggal 28 Januari 2021 selanjutnya berdasarkan KUHAP bahwa Jaksa mempunyai waktu 7 hari untuk melakukan penelitian berkas perkara dan 14 hari sejak pelimpahan wajib memberitahukan kepada penyidik apakah berkas tersebut lengkap atau tidak.

“Kemudian pada tanggal 3 Februari 2021 tepatnya 7 hari sejak Jaksa Penuntut Umum (JPU) menerima berkas perkara tersebut, Jaksa Penuntut Umum menerbitkan P-21 dengan nomor B-255/N.2.1/Eku.1/02/2021,” jelas Dedy seperti siaran pers diterima, Minggu (21/2) di Mataram.

Selanjutnya pada Tanggal 16 Februari 2021 tepatnya pukul 10.00 Wita Penyidik Polres Lombok Tengah menghadapkan Tersangka dan barang bukti disertai dengan surat kesehatan yang menyatakan bahwa para Terdakwa dalam keadaan sehat serta para Tersangka.

“Kemudian, setelah dilakukan pemeriksaan tahap 2 oleh Jaksa Penuntut Umum berbelit belit dan tidak kooperatif dan sempat diberikan kesempatan untuk berdamai melalui upaya Restoratif Justice namun ke empat tersangka tetap menolak,” jelasnya. (Iba)

LEAVE A RESPONSE

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *