Soal Logistik Pemilu, INDeP Tanyakan Kesiapan KPU dan Bawaslu Bima

Soal Logistik Pemilu, INDeP Tanyakan Kesiapan KPU dan Bawaslu BimaReviewed by adminon.This Is Article AboutSoal Logistik Pemilu, INDeP Tanyakan Kesiapan KPU dan Bawaslu BimaBima (DetikNTB.com),- Terkait dengan kesiapan logistik pemilu di Kabupaten Bima, Lembaga Independent Democracy Policy (INDeP) melalui Direktur Eksekutif Muhammad Isnaini mempertanyakan kesiapan KPUD Kabupaten Bima sudah sejauh mana mempersiapkan segala sesuatunya, mengingat waktu pemungutan suara tinggal menghitung hari lagi. Menurut Isnaini, pertanyaan ini beralasan mengingat masyarakat juga butuh informasi terkait pelaksanaan pemilu. “Masyarakat berhak tahu […]
Foto: Direktur Eksekutif Independent Democracy Policy (INDeP) Muhammad Isnaini

Bima (DetikNTB.com),- Terkait dengan kesiapan logistik pemilu di Kabupaten Bima, Lembaga Independent Democracy Policy (INDeP) melalui Direktur Eksekutif Muhammad Isnaini mempertanyakan kesiapan KPUD Kabupaten Bima sudah sejauh mana mempersiapkan segala sesuatunya, mengingat waktu pemungutan suara tinggal menghitung hari lagi.

Menurut Isnaini, pertanyaan ini beralasan mengingat masyarakat juga butuh informasi terkait pelaksanaan pemilu. “Masyarakat berhak tahu terkait kinerja KPU dalam kesiapannya menghadapi pemilu. Ada 1568 TPS yang harus KPU siapkan kertas suaranya. KPU Harus sortir untuk didistribusikan ke ribuan TPS tersebut. KPU harus memeriksa suara untuk 363.111 DPT. Makanya saya mempertayakan sudah sejauh mana persiapannya,” ujarnya.

Selain itu, Isnaini juga meminta kepada BAWASLU Kabupaten Bima agar tidak pasif dalam persiapan pemilu ini. BAWASLU harus mengawal ketat kinerja KPU, Aktif mempertanyakan kesiapan-kesiapan KPU dalam menghadapi pemilu ini.

“Kami melihat, BAWASLU Hanya aktif berbicara mengenai pelanggaran-pelanggaran kampanye tanpa sedikitpun berbicara tentang pengawasan mereka terhadap kinerja KPU tentang kesiapan logistik pemilu. Ini waktu sudah dekat, BAWASLU harus keras terhadap KPU. Tanyakan,” tegasnya.

Menurut isnaini, slogan KPU ‘Pemilu Berdaulat Negara Kuat’ tidak boleh hanya semacam slogan kosong. Slogan itu harus menjadi spirit KPU dalam bekerja secara serius dalam menghadapi pemilu. 25 Triliun uang Negara digelontorkan untuk Pemilu, itu akan sangat memalukan jika KPU gagal dalam mempersiapkan pemilu.

“Pertanyaan penting saya yang harus KPU dan BAWASLU jawab segera mungkin adalah Sudah sejauh mana persiapan logistik pemilu disiapkan?, dari 6 (Enam) Dapil di Kabupaten Bima, sudah berapa Dapil kertas suara disortir dan siap didistribusikan,” tanya isnaini tegas.

Tugas KPU bukan saja soal sortir dan distribusi logistik (ketepatan waktu) melainkan juga kesiapan KPU dalam menyiapkan tempat sebagai gudang logistik di setiap desa di Kabupaten Bima. Gudang penyimpanan bagaimana, itu juga penting.

“Aman atau tidak? Ini bukan soal aman dari manusia, tapi aman dari kondisi alam sekarang yang tidak menentu. Banjir, rayap, tikus, itu kardus, bahaya. Nahh, ini soalnya itu,” jelasnya.

Atas soal ini, isnaini juga menghimbau kepada Partai politik dan seluruh Caleg untuk mendatangi KPU meminta informasi valid soal kesiapan logistik pemilu. Penting itu dilakukan karena jika tidak maka yang paling dirugikan dari soal ini adalah Parpol dan para calon legislatif.

“Kasihanlah itu para caleg, sudah kampanye lebih dari satu tahun tapi kesiapan pemilu ternyaya belum siap. Mereka harus datang, pertanyakan,” ucap isnaini.

Selain soal logistik isnaini juga mengkritisi soal KPU yang lebih senang membuat acara hura-hura dalam mensosialisasikan pemilu ketimbang turun langsung ke masyarakat. Acara dangdutan yang mendatangkan artis menurutnya sangat tidak efektif sebagai media sosialisasi. “Itu hanya habiskan anggaran negara. KPU dengarkan kritikan masyarakat, jangan tutup telinga. Datang ke desa-desa, organ-organ pemuda, organ mahasiswa, organ masyarakat untuk sosialisasikan pemilu. Itu lebih efektif ketimbang joged-joged dangdutan,” tutupnya. (Ak)