Sindir Aktivis Suka Demo, Gubernur Zul: Minimal Otaknya Berisi

Sindir Aktivis Suka Demo, Gubernur Zul: Minimal Otaknya BerisiReviewed by adminon.This Is Article AboutSindir Aktivis Suka Demo, Gubernur Zul: Minimal Otaknya BerisiMataram (DetikNTB.com),- Gubernur NTB, Dr. Zulkieflimansyah menyampaikan pernyataan menohok terhadap para aktivis mahasiswa ksususnya kader HMI yang sering melakukan aksi demonstrasi mengkritisi kebijakan pemerintah. Menurut Doktor lulusan luar negeri ini, bahwa yang dimiliki mahasiswa hanyalah keberanian, namun jika diperhadapkan dengan penentu kebijakan, kemampuan diskursus intelektualnya jauh di bawah standar para pengambil kebijakan, karena yang dihadapi […]
Foto: Gubernur NTB, Dr. Zulkieflimansyah saat menyampaikan sambutan pada pembukaan LK III BADKO HMI NUSRA di Gedung Sangkareang lingkup kantor Gubernur NTB

Mataram (DetikNTB.com),- Gubernur NTB, Dr. Zulkieflimansyah menyampaikan pernyataan menohok terhadap para aktivis mahasiswa ksususnya kader HMI yang sering melakukan aksi demonstrasi mengkritisi kebijakan pemerintah.

Menurut Doktor lulusan luar negeri ini, bahwa yang dimiliki mahasiswa hanyalah keberanian, namun jika diperhadapkan dengan penentu kebijakan, kemampuan diskursus intelektualnya jauh di bawah standar para pengambil kebijakan, karena yang dihadapi adalah para lulusan-lulusan luar negeri.

“Jadi diskursus intelektualitas di kalangan aktivis itu jauh dari memadai (di bawah standar) untuk disejajarkan dengan diskursus di tingkat pengambil kebijakan (pemerintah). Yang kita (mahasiswa) punya hanya keberanian moral saja tidak lebih,” sentil Gubenur saat menyampaikan sambutan pada acara pembukaan Latihan Kader III (advance training) Badko HMI Nusra di Gedung Sangkareang Kantor Gubernur NTB di Mataram, Sabtu (17/08) malam.

BACA JUGA: Gubernur Zul Ingatkan Aktivis Tingkatkan Kemampuan di Era Post-Truth

Di saat dirinya menjadi ketua BEM UI tahun 1994 dan sekarang memimpin Nusa Tenggara Barat kemudian berhadapan dengan para aktivis seperti sekarang yang kemampuannya standar, maka dibutuhkan kaderisasi yang memadai mengupgrate kemampuan supaya disegani.

“Saya kira kemampuan itu menemukan justifikasi dan relevansinya di situ, supaya teman-teman di samping berani, di samping galak minimal ada isi otaknya sedikit,” cetus mantan anggota DPR RI 3 periode ini.

“Kalau mengkritisi itu ilmunya tanggung semua. Yang dipunyai hanya keberanian dan moral, kencang-kencangin suara saja. Yang dikritisi juga senior-seniornya juga yang jabatannya lebih tinggi uangnya lebih banyak posisi pengalamannya juga jauh (lebih tinggi),” sambungnya.

Dengan kemampuan yang terbatas dan diskursus keilmuan yang tanggung tersebut, kemudian sekarang berhadapan  dengan satu situasi dunia yang sama sekali berubah maka dibutuhkan kemampuan yang memadai untuk mengakselerasi semua itu.

Ia mengungkapkan bahwa di era post-truth ini, dunia cepat berubah, dicontohkannya bahwa di masa depan manusia tidak lagi menggunakan kekuatan fisik saja, namun yang digunakan adalah kemampuan teknologi yang tinggi.

Diakhir sambutannya, Gubernur menyampaikan pesan moral untuk para aktivis mahasiswa yang bahwa apapun organisasinya, aktivis mahasiswa harus mampu menziarahi masa depan dengan baik dan tetap menjaga perilaku sebagai mahasiswa yang memiliki ilmu dan adab yang tinggi.

“Menjadi aktivis tidak memberikan kita hak untuk mencaci orang lain, menjadi aktivis tidak memberikan kita kemewahan untuk berkata kasar pada sesama, ajaran agama kita tidak mengajarkan begitu, oleh karena itu yang telah mengikuti Advance Training menjadi aktivis ini buka kerendahan hati untuk berkorban lebih banyak,” pesannya. (Iba)