Seorang Netizen Hate Speech di Facebook Berujung tak bisa Lebaran

Seorang Netizen Hate Speech di Facebook Berujung tak bisa LebaranReviewed by adminon.This Is Article AboutSeorang Netizen Hate Speech di Facebook Berujung tak bisa LebaranMataram (Detikntbcom),- Seorang netizen berinisial S (31) dari Pesakek Kecamatan Pringgarata Kabupaten Lombok Tengah ditangkap Tim Sit Reskrimsus Polda NTB, Selasa (18/5) malam sekitar pukul 23.00 Wita. S ditangkap karena karena menyerang institusi kepolisian dengan menyatakan ‘Polisi Dajal’ menggunakan sosial media facebook miliknya. Dalam penangkapan tersebut penyidik menyita barang bukti berupa Handpohone merek Realme3, Print […]
Seorang netizen ditangkap dan di BAP tim ciber crime Polda NTB

Mataram (Detikntbcom),- Seorang netizen berinisial S (31) dari Pesakek Kecamatan Pringgarata Kabupaten Lombok Tengah ditangkap Tim Sit Reskrimsus Polda NTB, Selasa (18/5) malam sekitar pukul 23.00 Wita.

S ditangkap karena karena menyerang institusi kepolisian dengan menyatakan ‘Polisi Dajal’ menggunakan sosial media facebook miliknya.

Dalam penangkapan tersebut penyidik menyita barang bukti berupa Handpohone merek Realme3, Print out dari screenshoot komentar dalam postingan facebook
screenshoot.

“Saat ini pelaku sudah berada di ruangan Subdit Siber Dit Reskrimsus untuk dilakukan pemeriksaan,” jelas Kabid Humas Polda NTB Kombes Pol Artanto S.I.K., M.Si, Rabu (19/5) pagi melalui siaran persnya.

Pelaku disangkakan dengan Pasal 28 ayat (2) Jo Pasal 45A ayat (2) UU No. 19 tahun 2016, yakni Setiap Orang yang dengan sengaja dan tanpa hak menyebarkan informasi yang ditujukan untuk menimbulkan rasa kebencian atau permusuhan individu dan/atau kelompok masyarakat tertentu berdasarkan atas suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA) sebagaimana dimaksud dalam Pasal 28 ayat (2) dipidana dengan pidana penjara paling lama 6 (enam) tahun dan/atau denda paling banyak Rp 1 miliar.

Artanto mengimbau kepada seluruh masyarakat NTB agar berhati-hati dalam bermedsos dengan tidak memposting ujaran kebencian di media sosial yang dapat merugikan diri sendiri, keluarga maupun orang lain. (Iba)