Sang Direktur Sulap Pelayanan RSUD Kota Mataram Jadi Paripurna

Sang Direktur Sulap Pelayanan RSUD Kota Mataram Jadi ParipurnaReviewed by adminon.This Is Article AboutSang Direktur Sulap Pelayanan RSUD Kota Mataram Jadi ParipurnaMataram,- Adalah dr. H. L. Herman Mahaputra Direktur Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Mataram yang mengabdikan dirinya kurang lebih delapan (8) tahun sebagai orang nomor wahid di RSUD Kota Mataram. Dari tangan dinginnya, Ia menjadikan RSUD Kota Mataram sebagai Rumah Sakit Rujukan berkelas yang mampu bersaing dengan RSUD NTB yang sama mendapat predikat kelas […]
Foto : Direktur RSUD Kota Mataram dr. H. L Herman Mahaputra

Mataram,- Adalah dr. H. L. Herman Mahaputra Direktur Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Mataram yang mengabdikan dirinya kurang lebih delapan (8) tahun sebagai orang nomor wahid di RSUD Kota Mataram. Dari tangan dinginnya, Ia menjadikan RSUD Kota Mataram sebagai Rumah Sakit Rujukan berkelas yang mampu bersaing dengan RSUD NTB yang sama mendapat predikat kelas B.

Betapa tidak, Sang Direktur yang punya nama sapaan Jack tersebut mampu memberikan pelayanan yang terbaik terhadap seluruh pasien yang ingin berobat, baik masyarakat miskin maupun masyarakat berkecukupan, sehingga RSUD Kota Mataram mendapatkan penghargaan bintang lima dari Komite Akreditasi Rumah Sakit (KARS).

“Ini adalah rumah sakit pemerintah, kita tidak melihat dia miskin atau kaya. Tentunya masyarakat berhak mendapatkan pelayanan yang terbaik”, sambut Jack dengan rasa kekeluargaan saat wawancara ekslusif dengan media ini, Senen (04/06) siang di ruangannya.

Dengan dijadikan rumah sakit bintang lima tersebut, RSUD Kota Mataram berhak menyandang predikat paripurna. Artinya pelayanan yang didapat di rumah sakit tersebut dilayani sebaik mungkin dengan mawas diri dan tidak boleh eforia malaupun RSUD Kota Mataram sebagai pilot project BPJS.

“Mindset masyarakat terhadap rumah sakit pemerintah itu selalu mines, dulu. Nah sejak saya jadi direktur saya ubah mindsed itu, artinya rumah sakit pemerintah itu harus lebih dari pada (RS) swasta”, ungkapnya semangat.

Seorang yang pernah menjadi militer dari satuan Angkatan Laut (AL) tersebut menyampaikan bahwa setiap hari pasien yang datang berobat ke rumah sakit perhari mencapai seribu orang dari semua jenis penyakit. Yang paling banyak pesien yang datang menurutnya, adalah pasien yang berpenyakit kronis.

“Biasanya yang paling banyak adalah penyakit kronis”, terang orang yang dikenal tegas dan berhoby olahraga menantang seperti balapan tersebut kepada media ini.

Untuk mendekatkan pelayanan terhadap masyarakat, RS ini juga membentuk Mataram Emergency Medical Servis (MEMS), tim ini adalah tim elit yang dibagi menjadi dua (2) yakni tim motor dan tim mobil. Tim tersebut menurutnya akan diterjunkan setiap pagi dan ditempatkan di titik-titik kerawanan di Kota Mataram.

“Artinya apa, kesehatan itu ada di masyarakat, jadi masyarakat itu merasa terlayani”, terangnya. Pelayanan pasien tambahnya harus didahulukan dari pada embel-embel yang yang lain sehingga menghilangkan stigma buruk bahwa orang miskin dilarang sakit.

Bahkan, untuk menjadikan rumah sakit tersebut sebagai hospital tourism, Ia membuka pelayanan tim evakuasi. Artinya jika ada pasien yang membutuhkan pertolongan intensif misalnya penyakit jantung yang tidak mampu ditangani oleh rumah sakit Kota Mataram, maka akan diterbangkan ke Surabaya atau ke Jakarta bahkan di Singapura memakai pesawat Jet Air Ambulance dilengkapi dengan dokter spesialis khusus penerbangan yang disiapkan oleh RSUD Kota Mataram sendiri yang dinamai srikandi oleh sang direktur.

“Ketimbang pelayanan SOS (pihak ketiga), jika butuh harus pinjam ke orang (lebih dahulu). Nah saya punya sendiri (perlengkapannya) kenapa harus takut. Nah sekarang sudah bisa berangkat kemana-mana dan biayanya jauh lebih murah”, terang Jack dengan semangat berapi-api.

(IBA)