PT AMNT Diduga Setop Beasiswa Untuk Mahasiwa KSB, Pemuda KSB Geram

PT AMNT Diduga Setop Beasiswa Untuk Mahasiwa KSB, Pemuda KSB Geram
Foto: Gambar lokasi tambang emas PT AMNT di KSB (Simulasi)

Sumbawa Barat,- Pihak PT Amman Mineral Nusa Tenggara (AMNT) yang beroperasi di Kabupaten Sumbawa Barat sebagai tambang terbesar di Indonesia bahkan di dunia kembali berulah, setelah sebelumnya pihak AMNT belum memberikan hak seorang pengusaha Surabaya atas pembelian scrap tersebut senilai miliaran rupiah sejak tahun 2015.

Bagaimana tidak, kini beasiswa untuk para mahasiswa yang berasal dari Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) diduga diberhentikan (disetop) sepihak oleh menejemen tambang terbesar tersebut setelah beralih pengelolaan menejemnnya dari PT Newmont Nusa Tenggara (NNT) ke PT AMNT.

Baca juga:

https://www.detikntb.com/hukrim/pt-amnt-diduga-sabotase-duit-milyaran-rupiah-milik-budi-haryanto/

https://www.detikntb.com/hukrim/jika-dibayar-amnt-pengusaha-ini-akan-sumbang-10-m-ke-korban-gempa/

https://www.detikntb.com/headline/pengusaha-surabaya-siap-beli-pt-amnt-jika-tak-mampu-bayar-ganti-rugi-50-m/

Hal itu diungkap tokoh pemuda sekaligus aktivis ternama di Kabupaten Sumbawa Barat M. Syahril Amin pada media ini, Sabtu (17/11) siang. Menurutnya penyetopan tersebut merupakan salah satu kondisi yang paling tragis yang dihadapi oleh dunia pendidikan di KSB.

“Saat ini, (mahasiswa KSB) sangat membutuhkan (beasiswa tersebut) yang telah lama bergulir dari PT Newmont Nusa Tenggara tersebut,” terangnya pada detikntb.com.

Pemberian beasiswa untuk mahasiswa KSB tersebut menurut mantan aktivis 98’ ini, adalah bagian proses kebijakan Corporate Social Responsibility (CSR) yang diberikan kepada dunia pendidikan, namun setelah peralihan menejemen bantuan untuk para mahasiwa tersebut diberhentikan.

“Ini yang menjadi atensi khusus. Seharusnya Bupati Sumbawa Barat (KSB) dan Gubernur NTB yang selama ini kita dengar gembar gemborkan tentang beasiswa-beasiswa para mahasiswa ke Luar Negeri, mestinya Gubernur NTB menoleh kepada lokal KSB dan lokal NTB sendiri,” kesal Ketua Komisi II DPRD KSB tahun 2009 yang akrab dipanggil MSA ini.

Pelapor kasus divestasi saham PT NNT ke KPK sekaligus inisiator serta penasehat Gerakan Aksi Tutup Pelabuhan Tano 8 Jam untuk Dukung Provinsi Pulau Sumbawa (PPS) tahun 2013 silam ini meminta kepada Gubernur NTB Dr. Zulkieflimanyah sebagai seorang yang berasal dari Pulau Sumbawa dan DPRD NTB untuk menegur dan memanggil pihak PT AMNT.

“Harus ada teguran atau harus ada satu hal yang dilakukan oleh Gubernur NTB untuk segera memanggil PT AMNT itu. Saya kira ini harus menjadi perhatan kita bersama. DPRD KSB dan DPRD NTB harus bersuara untuk konteks ini, sehingga kita tidak mengalami satu fase yang merugikan daerah dari sisi dunia pendidikan itu sendiri,” jelas calon anggota DPRD NTB Dapil V (KSB dan Kabupaten Sumbawa Barat) ini.

Sementara Pihak Humas PT AMNT belum memberikan komentar apapun soal kondisi yang ada, kami mencoba menghubungi beberapa kali via whatsaap miliknya tidak direspon hanya di read saja. (Iba)