Detik NTB

Berita Nusa Tenggara Barat

Breaking News Headline Hukrim Peristiwa

Polres Bima hentikan penyelidikan dugaan korupsi, PKBM Al-Ikhlas akan dilaporkan ke Polda NTB

Mataram (Detikntbcom),- Kerugian negara ratusan juta rupiah menjadi temuan inspektorat kabupaten bima pada bantuan dana pusat kegiatan belajar mengajar (PKBM) Al-Ikhlas beralamat di Desa Ncera Kecamatan Belo Kabupaten Bima NTB resmi dihentikan (SP3) penyelidikannya oleh Polres Bima.

Alasan penghentian kasus tersebut menurut Polres Bima melalui Kanit Tipikor Satreskrim Polres Bima IPDA Haris saat diwawancara Detikntbcom beberapa hari yang lalu disebabkan kerugian negara sudah dikembalikan ke kas negara meskipun tidak seratus persen dari jumlah bantuan Rp500 juta lebih tersebut.

Menanggapi soal itu, Aktivis Bima Arif Rahman menegaskan bahwa hal tersebut lantas tidak tidak bisa dilakukan penghentian proses hukum terhadap pelakunya, sebab korupsi menurutnya merupakan kejahatan luar biasa (extra ordinary crime). maka pihaknya menegaskan proses hukum harus tetap jalan.

“Kalau Kanit Tipikor IPDA Haris mengatakan kasus itu di berhentikan dikarenakan yang bersangkutan sudah mengembalikan kerugian negara tersebut itu salah besar, karena jelas dalam UU 31 tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi di pasal 4 jelas mengatakan bahwa pengembalian kerugian negara atau perekonomian negara tidak menghapus dipidananya pelaku tindak pidana,” katanya, Jumat (1/1) seperti keterangan tertulis diterima media ini.

Dan jika alasannya menggunakan dasar hukum sesuai bunyi pasal 20 ayat 3 UU 15 tahun 2004 tentang pemeriksaan pengelolaan dan tanggung jawab keuangan negara, Polres Bima sambungnya harusnya mengkaji kembali lebih dalam agar tidak asal memberhentikan proses penyelidikan kasus tersebut.

Menurutnya Arif, hingga kini terduga pelaku masih belum ada bukti pengembaliannya. Apalagi Inspektorat melalui Sekretarisnya Dahlan mengatakan pengembalian itu baru seratus juta sejak 2019 dan sisanya belum.

Arif menilai sejumlah pernyataan dan informasi penghentian penyelidikan tersebut tidak beres termasuk Tipikor Polres Bima betul-betul tidak serius dalam mengusut itu.

Oleh karena itu, Arif menegaskan akan melaporkan kembali kasus tersebut di Polda NTB. “Kami sangat kecewa terhadap kinerja teman-teman Tipikor Polres Bima yang terkesan tidak serius menangani kejahatan korupsi, lebih-lebih kasus PKBM Al-Ikhlas ini. dalam waktu dekat kami akan laporkan kembali ke Polda NTB,” tegasnya.

Diberitakan sebelumnya, Kanit Reskrim Tipikor Polres Bima IPDA Haris mengakui memang pihak PKBM Al-Ikhlas sudah mengembalikan uang tersebut ke kas negara. “Besok saja (hari ini konfirmasi di kantor Polres Bima) biar jelas, nanti saya perlihatkan bukti pengembaliannya ke kas negara,” ungkap Haris dikonfirmasi via telfn.

Karena penanganannya di Polres Bima tahun 2018, tapi pengembalian kerugian negara oleh terduga pada Desember 2019. Apakah bisa menghentikan kasus tersebut meskipun pengembalian itu melewati 60 hari setelah temuan inspektorat?.

“Sepanjang kasus tersebut masih proses penyelidikan dan belum di tingkat penyidikan bisa bang. Dan diberikan waktu bagi pihak yang diduga selama waktu 60 hari setelah hasil audit dilakukan,” jelasnya.

“Jika ada novum (alat bukti baru) maka bisa jadi akan dilanjutkan kasus itu,” katanya dikonfirmasi lanjut hari ini, Selasa.

Hal yang sama disampaikan Direktur Reserse Kriminal Khusus (Dirreskrimsus) Polda NTB Kombes IGPG Ekawana Prasta, bahwa kasus bisa saja dihentikan kalau kerugian itu sudah dikembalikan ke negara. “Karena sudah ga ada kerugian kan. Tapi harus dilihat dulu sifat dari pada permasalahan itu,” jelas Ekawana saat dimintai konfirmasi saat press rilis akhir tahun Polda NTB 2020, Selasa (29/12) siang di Mataram.

Meskipun waktu pengembalian diduga sudah lewat batas waktu 60 hari katanya, namun jika ada niat baik dari terduga maka bisa jadi itu dihentikan.

“Pada intinya mereka sudah ada niat baiknya. Kita ingin tahu dari kerugian negara semuanya itu apakah ada timeline-nya, setahu saya kan 60 hari dikembalikan,” ujarnya. (Iba)

LEAVE A RESPONSE

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *