PH Pelajar Pengancam Polisi di Dompu Keluhkan Sulit Bertemu Kliennya

PH Pelajar Pengancam Polisi di Dompu Keluhkan Sulit Bertemu KliennyaReviewed by adminon.This Is Article AboutPH Pelajar Pengancam Polisi di Dompu Keluhkan Sulit Bertemu KliennyaDompu (detikntbcom),- Kasus ujaran kebencian dan atau pengancaman dilakukan oknum pelajar di Dompu bernama Muma Klr terhadap institusi kepolisian beberapa hari yang yang sempat viral di Sosial Media (Sosmed) mendapat reaksi dari sejumlah kalangan. Salah satunya dari kantor lawyer Rusdiansyah, SH.,MH., & Patners yakni Apryadin, SH. Pihaknya mengaku mendatangi Mapolres Dompu unit PPA untuk didampingi […]
Penasehat hukum pelajar pengancam polisi, Apriyadin, SH (Dok. Istimewa)

Dompu (detikntbcom),- Kasus ujaran kebencian dan atau pengancaman dilakukan oknum pelajar di Dompu bernama Muma Klr terhadap institusi kepolisian beberapa hari yang yang sempat viral di Sosial Media (Sosmed) mendapat reaksi dari sejumlah kalangan.

Salah satunya dari kantor lawyer Rusdiansyah, SH.,MH., & Patners yakni Apryadin, SH. Pihaknya mengaku mendatangi Mapolres Dompu unit PPA untuk didampingi secara hukum dan menandatangani kuasa namun tidak diperbolehkan untuk bertemu.

Pelajar yang tergabung dalam geng terliar di Hu’u Dompu ini diduga mendapat bogem mentah akibat ancaman yang dilakukannya lewat akun facebook miliknya.

“Awal kami diminta bantu oleh ibu terduga pelaku tersebut. Pada tanggal 25 Mei 2020 pukul 09.45 kami mendatangi Mapolres Dompu agar anaknya dapat didampingi secara hukum namun tidak diperbolehkan untuk bertemu,” jelas Apriyadin, Selasa (26/5) kepada detikntbcom.

Kemudian pada 26 Mei 2020. Pukul 14.00 pihaknya berkoordinasi dengan Kanit PPA Polres Dompu. Agar tim lawyer dapat berbicara dan menandatangani kuasa. Namun kanit PPA tidak bersedia untuk memberikan ruang komunikasi bersama klien yang mau di dampingi.

“Mengingat kasus tersebut ditangani oleh Tipiter karena Kanit Tipiter tidak ada dalam ruangan. Lalu kami pun lewat teman-teman PPA meminta agar dibantu untuk berkoordinasi dengan klien agar ditandatangani oleh klien kami,” jelasnnya.

Tim lawyer berharap mengingat berkembangnya polemik di media sosial dengan adanya ujaran kebencian terhdap kepolisia RI oleh akun Facebook Muma Klr sepenuhnya tetap patuh dalam proses hukumnya.

“Kemudian, dengan adanya Luka-luka di muka FA sepanjang benar seperti yg di sampaikan kepolisian dalam jumpa pers kemari bahwa luka-luka tersebut akibat terjatuh maka kami sebagai Tim PH bisa menerimanya, sebab kami juga belum bertemu dengan klien kami untuk mengkonfirmasi kebenaran hal tersebut,” katanya. (01)