Perubahan Nama Bandara Bakal Dirapatkan di Paripurna DPRD NTB

Perubahan Nama Bandara Bakal Dirapatkan di Paripurna DPRD NTBReviewed by adminon.This Is Article AboutPerubahan Nama Bandara Bakal Dirapatkan di Paripurna DPRD NTBMataram (DetikNTB.Com),- Wacana perubahan nama Bandara Internasional Lombok (BIL) menjadi Bandara Internasional Zainuddin Abdul Majid (ZAM) terjadi pro kontra yang sangat tajam. Pihak kontra atau yang menolak nama bandara diganti namanya beberapa kali melakukan aksi demonstrasi, begitupun dengan yang pro atau yang mendukung terhadap perubahan nama juga melakukan hal yang sama. Terakhir kemarin, Rabu (22/1) […]
Foto: Ketua DPRD NTB, Hj Baiq Isvie Rupaeda saat konpers di ruang kerjanya

Mataram (DetikNTB.Com),- Wacana perubahan nama Bandara Internasional Lombok (BIL) menjadi Bandara Internasional Zainuddin Abdul Majid (ZAM) terjadi pro kontra yang sangat tajam.

Pihak kontra atau yang menolak nama bandara diganti namanya beberapa kali melakukan aksi demonstrasi, begitupun dengan yang pro atau yang mendukung terhadap perubahan nama juga melakukan hal yang sama.

Terakhir kemarin, Rabu (22/1) siang saat hearing di ruang Pleno DPRD NTB, pihak pro menuding pimpinan DPRD NTB menolak perubahan nama bandara yang sudah menjadi surat keputusan (SK) Menhub RI dengan nomor 1421 tahun 2018 tentang perubahan nama bandara.

Ketua DPRD NTB, Hj. Baiq Isvie Rupaeda membantah atas tudingan tersebut, bahwa menurutnya surat dari Gubernur NTB baru diterima dan akan dibahas pada rapat paripurna DPRD NTB, Jumat besok.

“Sesuai dengan mekanisme di DPRD itu surat yang diterima yang membutuhkan persetujuan dari DPR, maka itu harus dibaca di dalam paripurna,” terangnya ditemui di ruang kerjanya, Kamis (23/1) siang.

Setelah paripurna itu tambahnya, pimpinan rapat atau pimpinan sidang paripurna akan menyampaikan dan akan diproses sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.

“Jadi kalau ada berita mengatakan Isvie Rupaeda orang yang menolak nama perubahan bandara itu, saya tidak pernah terbesit dalam pikiran saya baik pribadi maupun atas nama lembaga mau menolak perubahan nama itu,” bantah Isvie dengan tegas.

DPR NTB katanya, akan mengambil keputusan yang terbaik untuk seluruh masyarakat NTB pengambilan keputusan itu akan dibawa dalam sebuah rapat paripurna. “Tapi sekali lagi bukan untuk menolak,” tegasnya.

Sebelumnya diberitakan, sekretaris NW Pancor NTB, Irzani kemarin menyampaikan bahwa rekomendasi perubahan nama bandara turun dari tahun 2018. Tetapi katanya, hingga 2020 belum juga diubah. Padahal gubernur telah menindaklanjuti SK Menhub dengan menyurati dewan agar segera diparipurnakan.

“Sekarang sudah masuk 2020. Pimpinan DPRD Hj. Baiq Isvie Rupaedah tidak menindaklanjuti surat gubernur. Tetapi dewan mutar-mutar saja. Dari informasi yang kita serap diminta untuk rapat lagi sama Menhub. Ngapain diminta lagi, SK-nya sudah ada,” tegasnya.

Irzani meminta agar dewan bersikap fair, tidak politis, tidak juga mengganggap yang diperjuangkan ini politis. ”Silahkan ini direspon dengan baik, jika sebaliknya tidak direspon kekhawatirnya akan ada reaksi yang lebih besar dari yang dilakukannya sekarang,” ujarnya. (Iba)