Pengusaha Surabaya Siap Beli PT AMNT Jika Tak Mampu Bayar Ganti Rugi 50 M

Pengusaha Surabaya Siap Beli PT AMNT Jika Tak Mampu Bayar Ganti Rugi 50 MReviewed by adminon.This Is Article AboutPengusaha Surabaya Siap Beli PT AMNT Jika Tak Mampu Bayar Ganti Rugi 50 MMataram,- Baru dua tahun beroperasi, salah satu perusahaan tambang hijau terbesar yang ada di Indonesia yakni PT Aman Mineral Nusa Tenggara (PT AMNT) mengakuisisi PT Newmont Nusa Tenggara (NNT) dirundung masalah serius. Pasalnya, Pengusaha asal Surabaya yang bergerak di bidang pembelian barang bekas seperti, besi, mobil bekas serta barang-barang bekas lainnya (Scrab) yang ada di […]
Foto: Budi Haryanto, korban yang dirugikan pihak AMNT

Mataram,- Baru dua tahun beroperasi, salah satu perusahaan tambang hijau terbesar yang ada di Indonesia yakni PT Aman Mineral Nusa Tenggara (PT AMNT) mengakuisisi PT Newmont Nusa Tenggara (NNT) dirundung masalah serius.

Pasalnya, Pengusaha asal Surabaya yang bergerak di bidang pembelian barang bekas seperti, besi, mobil bekas serta barang-barang bekas lainnya (Scrab) yang ada di bekas tambang PT NNT tersebut haknya ‘disabotase’ oleh perusahan.

Seperti yang diberitakan sebelumnya, bahwa pihak Budi Haryanto melalui PT STM sudah membayar lunas sisanya yang Rp 2,5 miliyar tahun 2015, sebelumnya melalui rekening pribadinya Budi Haryanto sudah membayar kurang lebih Rp 9 miliar untuk pembelian scrab 7000 ton dengan harga satuan yang disepakati Rp 1.123 plus PPN 10% dengan total yang dia bayarkan kurang lebih Rp 10,05 miliyar, sisa scrab dari 7000 ton tersebut yang masih ditahan oleh AMNT yakni melalui email yang dikirim olehnya yakni 2.446 ton dengan nilai Rp 2,758 miliyar.

Baca Juga Berita Terkait:

https://www.detikntb.com/hukrim/jika-dibayar-amnt-pengusaha-ini-akan-sumbang-10-m-ke-korban-gempa/

https://www.detikntb.com/hukrim/pt-amnt-diduga-sabotase-duit-milyaran-rupiah-milik-budi-haryanto/

Di sisi lain, pihak Budi Haryanto merasa rugi besar karena menyewa kapal untuk mengangkut sisa scrab yang masih ditahan oleh perusahaan. Kapal pengangkut scrab tersebut bersandar di Benete tertanggal 24 Oktober 2018. Sampai sekarang masih bersandar di Benete Kabupaten Sumbawa Barat.

Foto: Kapal pengangkut Scrab milik Budi Haryanto sudah dua pekan sandar di Pelabuhan Benete KSB

Kerugian yang ditimbulkan dari bersandarnya kapal yang bernama LCT Kinta Perjaya 2 tersebut terhitung sampai sekarang dengan nilai lebih kurang 1,5 miliar dikali 25 juta perhari plus sewa kapal dan lain-lain.

“Penyandaran kapal itu akan berakhir manakala ada kesepakatan dari pihak PT AMNT dapat terselesaikan dengan baik,” tuturnya saat jumpa pers, Kamis (15/11) siang di Kota Mataram.

Karena tidak ada itikad baik dari perusahaan tambang hijau tersebut, Budi menawarkan beberapa opsi antara lain membayar semua kerugiannya mencapai 50 miliyar, kedua jika tawaran tersebut tidak terpenuhi maka dia tawarkan untuk menjual semua barang bekas (scrab) yang ada di perusahaan itu untuk dibeli oleh Budi Haryanto.

Bahkan jika kedua opsi tersebut tidak disepakati, maka dia menawarkan manajemen PT AMNT dijual ke dirinya dan Budi siap membelinya.

“Atau bila perlu kami bayar semua perusahaan PT AMNT itu,” tuturnya serius.

Hingga berita ini dikorankan, pihak Humas PT AMNT belum memberikan konfirmasi sedikit pun kepada media ini saat ditanya via whatsaap. (Iba)