Pasien Meninggal di Bima Bukan Karena Covid-19, Tunggu Uji Lab

Pasien Meninggal di Bima Bukan Karena Covid-19, Tunggu Uji LabReviewed by adminon.This Is Article AboutPasien Meninggal di Bima Bukan Karena Covid-19, Tunggu Uji LabMataram (DetikNTB.Com),- Pasien berjenis kelamin perempuan asal kabupaten Bima yang dirawat di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kabupaten Bima yang dinyatakan meninggal karena virus Corona (Covid-19) dimuat sejumlah media online hari ini merupakan informasi yang belum bisa dipastikan kebenarannya. “Itu informasi yang belum bisa dipastikan kebenarannya, karena yang bisa memastikan meninggal karena Covid-19 atau tidak, […]
Foto: Kepala Dinas Komunikasi Informatika dan Statistik (Diskominfotik) NTB, I Gede Putu Aryadi, selaku penanggung jawab informasi Posko Kewaspadaan Virus Corona di NTB, Senin (16/3)

Mataram (DetikNTB.Com),- Pasien berjenis kelamin perempuan asal kabupaten Bima yang dirawat di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kabupaten Bima yang dinyatakan meninggal karena virus Corona (Covid-19) dimuat sejumlah media online hari ini merupakan informasi yang belum bisa dipastikan kebenarannya.

“Itu informasi yang belum bisa dipastikan kebenarannya, karena yang bisa memastikan meninggal karena Covid-19 atau tidak, harus menunggu hasil lab dari Surabaya. Sampelnya sudah dikirim,” jelas Kadis Kominfotik NTB, , I Gede Putu Aryadi S.Sos M.H, Kamis (19/3) siang di Posko Waspada Virus Corona di Kantor Gubernur NTB.

Dijelaskan Gede, pasien tersebut sempat dirawat di RSUD Kabupaten Dompu, karena penyakitnya semakin memburuk maka dirujuk di RSUD Bima pada tanggal 18 Maret 2020 kemarin dan rawat di ruang diisolasi.

“Kemudian pada tanggal 19 Maret 2020 dini hari sekitar pukul 01.38 Wita dinyatakan meninggal dunia,” katanya.

Pasien tersebut merupakan asal Bima yang tinggal di Jakarta, datang dari Jakarta pada tanggal 27 Februari 2020 diantar oleh suaminya. Memang sebelumnya pasien tersebut sakit sebelum pulang ke Bima.

“Sebelum mendapat perawatan, pasien itu masuk tanggal 18 Maret 2020 dengan keluhan sesak napas memberat, batuk berdahak dan demam,” jelasnya.

Setelah dilakukan pemeriksaan awal oleh tim Dokter, berdasarkan riwayat perjalanan dari Tangerang, Banten maka Tim Dokter memasukkan almarhumah dalam Kategori Pasien Dalam Pengawasan (PDP).

Sementara, Kabag Protokol dan Komunikasi Pimpinan Kabupaten Bima, Chandra Kusuma berharap seluruh masyarakat supaya memahami bahwa istilah Orang Dalam Pemantauan (ODP) merupakan pasien yang dicurigai virus corona dilihat dari gejala demam yang disertai infeksi saluran nafas akut dan memiliki riwayat perjalanan atau tinggal di luar negeri atau area transmisi lokal di Indonesia.

Sedangkan istilah Pasien Dalam Pengawasan (PDP) atau dikenal dengan istilah suspect Covid-19 adalah dari kriteria ODP dan terjadi pemberatan kondisi (Pneumonia), sehingga memerlukan perawatan isolasi dan dilakukan pemeriksaan lebih lanjut. Akan tetapi, untuk menentukan apakah pasien tersebut positif Covid-19 atau tidak, harus melalui Uji Laboratorium yang telah ditunjuk Kementrian Kesehatan RI.

“Intinya, kami berharap dan mengimbau kepada masyarakat supaya tidak panik dan tetap menjaga kesehatan diri dengan PHBS serta cuci tangan pakai sabun,” pungkasnya. (Iba)