Detik NTB

Berita Nusa Tenggara Barat

Breaking News Headline Sosial Budaya

NW Anjani dan Pancor sepakat berdamai, sudahi silang pendapat

Mataram (Detikntbcom),- Perseteruan keluarga besar oganisasi masyarakat (Ormas) Nadlatul Wathan (NW) antara RTGB Zainuddin Atsani yang disebut NW Anjani dan TGB M Zainul Majdi dari NW Pancor yang selama puluhan tahun mewarnai NTB kini berdamai (islah).

“Pertemuan alhamdulillah suasananya baik penuh persaudaraan. Saling memaafkan. Saling menghargai. Saling mengakui. Keduanya memiliki kesetaraan dalam meneruskan perjuangan Maulana Syekh,” ujar mantan Gubernur NTB ini saat dikonfirmasi.

Dalam perdamaian tersebut, kedua anak cucu sebagai penerus pendiri NW yang juga pahlawan nasional Maulana Syeikh Zainuddin Abdul Madjid sepakat untuk membentuk nama sebagai pembeda. Keduanya sambung TGB untuk meneruskan perjuangan pendiri dan mengakui keabsahan dan legalitas satu sama lain.

“NWDI dan NW. Keduanya memiliki kesetaraan dalam meneruskan perjuangan Maulana Syekh. Keduanya mengakui keabsahan dan legalitas satu sama lain. Saling menghormati, menghindarkan silang sengketa dan perselisihan. InsyaAlloh bergandengan tangan. Untuk kemajuan dan kemaslahatan umat dan bangsa,”

Perdamaian itu juga saling membantu. semua ada dalam akta kesepakatan. sekolah, madrasah, majelis taklim, panti asuhan dan seluruh amal usaha Nahdlatul Wathan memiliki kebebasan untuk memilih menginduk ke mana, apakah ke NW atau NWDI.

“Tak boleh ada lagi intimidasi, persekusi, bullying, pengaduan atau laporan apapun terkait satu dengan yang lain. Ini jalan terbaik saat ini. Semoga Alloh memberi. RidhoNya,” tandas TGB.

Sementara, anggota Tim 20 yang juga Wakil Sekjen II PBNW atau yang disebut NW Anjani (NW dengan akta pendirian 1960, red) Syamsu Rijal menegaskan bahwa pendirian NW tahun 1960 tetap tidak ada perubahan. Namun TGB Zainul Majdi katanya membuat akta pendirian Nadlatul Wathan Diniyah Islamiah (NWDI).

“Sesuai dengan UU Ormas. Nama yang berbeda dengan logo yang berbeda. Jadi kita tidak melarang orang kan untuk membentuk organisasi atau Ormas tentunya tanpa merugikan orang lain. Jadi semuanya berbeda. Namun di dalam politik atau apa nanti kita bisa koalisi,” ujarnya.

Untuk aset yang dimiliki oleh kedua NW tersebut ujarnya akan dibicarakan lebih lanjut dan dibentuk tim kecil. “Disepakati nanti mana yang merupakan aset kami dan mana yang merupakan aset NWDI,” bebernya.

Untuk diketahui, perdamaian tersebut difasilitasi oleh Kementerian Hukum dan Hak Azasi Manusia Wilayah Nusa Tenggara Barat (Kemenkumham NTB) pada, Selasa (23/3) di Mataram.

Dalam pertemuan tersebut keduanya menandatangani naskah perdamaian yang juga disaksikan Wakil Gubernur Sitti Rohmi Djalilah, Kapolda NTB Irjen Pol M. Iqbal dan Danrem 162/WB Brigjen Rizal Ramdani.

Suasana pertemuan tersebut penuh persaudaraan dan dalam kebaikan. Kedua pihak memiliki kesetaraan dalam meneruskan perjuangan Maulana Syekh TGKHM Zaenuddin Abdul Majid. (Iba)

LEAVE A RESPONSE

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *