Minum Racun Serangga, ASN di Dompu Nekat Akhiri Hidup

Minum Racun Serangga, ASN di Dompu Nekat Akhiri HidupReviewed by adminon.This Is Article AboutMinum Racun Serangga, ASN di Dompu Nekat Akhiri HidupDompu (DetikNTB.Com),- Seorang guru yang berstatus Pegawai Negeri Sipil (PNS), Jailani Ismail (51) Warga Dusun Fo’o Mpongi, Desa Bara, Kecamatan Woja, Kabupaten Dompu, nekat memilih jalan pintas untuk mengakhiri hidupnya meminum racun serangga. Kapolsek Woja Ipda Abdul Haris, membenarkan adanya kejadian yang terjadi sekitar pukul 06.35 Wita, bahwa korban meninggal dengan kondisi mulut berbusa, diduga […]
Foto: Ilustrasi seorang minum racun serangga (Ist)

Dompu (DetikNTB.Com),- Seorang guru yang berstatus Pegawai Negeri Sipil (PNS), Jailani Ismail (51) Warga Dusun Fo’o Mpongi, Desa Bara, Kecamatan Woja, Kabupaten Dompu, nekat memilih jalan pintas untuk mengakhiri hidupnya meminum racun serangga.

Kapolsek Woja Ipda Abdul Haris, membenarkan adanya kejadian yang terjadi sekitar pukul 06.35 Wita, bahwa korban meninggal dengan kondisi mulut berbusa, diduga akibat meminum racun.

Dikutip drai antara, korban ditemukan pertama kali oleh anak kandungnya ketika membuka pintu depan rumah dan melihat korban sedang terbaring di atas berugak.

Akbar pun menghampiri korban, dengan niat membangunkannya agar istirahat di dalam rumah.

“Ketika ingin membangunkan, kondisi tubuhnya telah kaku dan mulut mengeluarkan busa dan ditemukan satu botol Dupont Lannate di dalam kantong celana,” ungkap Kapolsek Woja, Selasa (15/1).

Melihat kejadian itu, Akbar langsung memanggil Ibu kandungnya, Hadijah yang saat itu ada di dalam rumah. Kemudian korban pun langsung di bawa masuk ke dalam rumah.

Sejauh ini pihak kepolisian belum mengetahui secara pasti apa motif korban meminum racun, namun yang pasti polisi telah mengamankan sejumlah barang bukti.

“Kita sudah amankan barang bukti satu botol Dupont Lannate yang ditemukan di dalam celana korban dan satu botol minuman Teh Pucuk yang isinya cairan warna hijau ditemukan di sekitar barugak tempat korban ditemukan,” jelasnya.

Dengan adanya peristiwa itu, tambah Kapolsek, pihak keluarga pun telah ikhlas dan merelakan kepergian almarhum, sehingga pihaknya menolak untuk diautopsi. (Iba)