Detik NTB

Berita Nusa Tenggara Barat

Breaking News Headline Kesehatan Peristiwa Suara Mahasiswa

Managemen Lombok Plaza diduga tak taat Prokes, Satgas covid-19 diminta tegas

Mataram (Detikntbcom),- Setelah tim Satuan Tugas (Satgas) Penegakan Protokol Covid-19 melakukan tindakan tegas atas pelanggaran terhadap protokol kesehatan diduga dilakukan management Hotel Lombok Plaza, Sabtu (6/2) malam hingga Satgas mendenda hingga Rp500 ribu, pada Minggu malam juga, hotel yang menyediakan tempat hiburan yang beralamat di Cakra tersebut diduga kembali tidak menerapkan protokol kesehatan terhadap para tamunya.

Ketua Umum HMI Cabang Mataram Eko Saputra meminta kepada pihak Satgas untuk mengambil tindakan tegas terhadap para penguasa bandel yang tidak mengindahkan aturan jam malam yang dikeluarkan oleh Walikota Mataram.

“Sebagai salah satu organisasi yang peduli terhadap keselamatan dan kesehatan masyarakat atas pandemi covid-19, atas nama ketua Umum HMI Cabang Mataram saya meminta kepada Satgas Covid-19 untuk menindak tegas terhadap para pengusaha yang masih bandel di NTB khusunya para pengusaha di wilayah Mataram dan Senggigi,” pinta Eko yang baru saja terpilih sebagai Ketua Umum HMI Cabang Mataram periode 2021-2022 dikonfirmasi pada, Senin (8/2) di Mataram.

Lebih lanjut, pihaknya menegaskan bahwa kesehatan masyarakat lebih penting dari apapun. Jika masih bandel pihaknya akan melakukan demonstrasi di Mapolda NTB mendesak Kapolda untuk memerintahkan kepada Kapolresta Mataram bertindak sesuai janjinya.

“Sesuai janji Kapolda NTB baru-baru ini jika para Kapolres tidak mampu mengendalikan Covid-19 maka tidak segan-segan untuk mencopotnya. Oleh karena itu saya meminta ketegasan dari Kapolda memerintahkan Kapolresta Mataram bersama tim gabungan untuk menindak para pengusaha nakal yang tidak mengindahkan Prokes,” tegas Eko.

Ia menilai, penegasan protokol kesehatan demi memberantas Covid-19 ini hanya bersifat ke bawah. Masyarakat dipaksa untuk bubar, sementara pengusaha besar yang menyuguhkan hiburan tengah malam dibiarkan.

“Masyarakat yang berdagang dibubarkan, padahal itu juga merupakan aktivitas yang membantu pertumbuhan ekonomi. Jangan hanya pandang usaha yang besar saja, tapi pemerintah dan pihak keamanan harus lebih memperhatikan usaha-usaha kecil masyarakat. Kasihan masyarakat, apalagi 2 bulan lagi dihadapkan dengan Bulan Rhamadhan. Oleh karena itu, Satgas Covid bila niat tuntaskan covid-19 harus disamaratakan penindakannya,” tuturnya.

Selain itu, Eko meminta kepada masyarakat untuk tetap mengedepankan protokol kesehatan dengan memakai masker menjaga jarak dan selalu mencuci tangan. “Itu penting untuk melawan Covid-19 ini,” katanya.

Sementara dikonfirmasi, Kasat PolPP Provinsi NTB Tri Budi Prayitno menegaskan pihaknya tidak pandang bulu terhadap para pihak yang tidak mengindahkan jam malam yang sudah diterapkan di Kota Mataram sejak Juli 2020 bahwa di atas pukul 22.00 – 06.00 Wita tidak boleh melakukan aktivitas.

“Siapapun, kami tidak pandang bulu. Terhadap pihak yang melaporkan dibukanya tempat hiburan tadi malam hingga melampaui jam malam di Lombok Plaza kami mengucapkan terimakasih atas laporannya dan kami akan berkoordinasi dengan Satgas covid-19 di Kota Mataram untuk melakukan razia dan penertiban,” tegas mantan Kadis Kominfotik NTB ini saat dihubungi.

Pihaknya menyayangkan jika masih ada para pengusaha hiburan yang masih melakukan aktivitas di atas jam yang sudah ditentukan. “Ini menjadi cacatan bagi kami bahwa kami tidak tinggal diam dalam menegakkan aturan itu,” tegasnya.

Untuk diketahui, malam sebelumnya pihak Lombok Plaza sudah didenda sebanyak Rp500 ribu karena tidak menerapkan protokol Covid-19. Malam selanjutnya yaitu pada Minggu malam juga pihak Lombok Plaza masih membuka tempat hiburan itu.

Pihak General Manager Hotel Lombok Plaza dikonfirmasi tidak merespon panggilan tim Detikntbcom bahkan direjeck (menolak) panggilan tersebut. Untuk memastikan kembali pihak Detikntbcom mengkonfirmasi hingga 2x namun tetap ditolak. Dikonfirmasi lewat pesan singkat pun hingga berita ini dipublish hanya centang satu. (Iba)

LEAVE A RESPONSE

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *