Klaim Puskesmas, Isnaini: Bentuk Kebohongan Prestasi Bima Ramah.

Klaim Puskesmas, Isnaini: Bentuk Kebohongan Prestasi Bima Ramah.Reviewed by adminon.This Is Article AboutKlaim Puskesmas, Isnaini: Bentuk Kebohongan Prestasi Bima Ramah.Belakangan, menjelang waktu pilkada mendekat banyak pemberitaan dan rumor yang beredar tentang kesuksesan pemerintahan Bima ramah membangun 12 puskesmas. Hal ini menjadi polemik ditengah masyarakat terkait kebenaran program tersebur, benarkah itu prestasi Bima ramah atau Bima ramah sedang mengklaim program pusat. Muhammad Isnaini AR yang biasa disapa jenggot angkat bicara atas adanya beberapa pihak yang […]
Muhammad Isnaini AR, Wakil Ketua KNPI NTB

Belakangan, menjelang waktu pilkada mendekat banyak pemberitaan dan rumor yang beredar tentang kesuksesan pemerintahan Bima ramah membangun 12 puskesmas. Hal ini menjadi polemik ditengah masyarakat terkait kebenaran program tersebur, benarkah itu prestasi Bima ramah atau Bima ramah sedang mengklaim program pusat.

Muhammad Isnaini AR yang biasa disapa jenggot angkat bicara atas adanya beberapa pihak yang secara bangga mengklaim program nasional tersebut. Jenggot mengatakan, diera terbuka dimana akses informasi begitu mudah dapat dikonsumsi oleh publik seharusnya pengklaiman atas sesuatu seharusnya dihidari. “aduh, ini zaman dimana hal apapun begitu mudah kita akses. Apapun yang jadi pertanyaan kita (publik) maka dalam sekejap semua terjawab. Termasuk soal puskesmas” wakil ketua knpi ntb ini.

Jenggot menjelaskan, dalam laman kementerian kesehatan bahwa dengan mudah kita mendapatkan data bahwa selama periode 2016-2019 kementerian telah membangun 2.311 puskesmas baru, merehabilitasi 4.743 puskesmas. “ini program Nasional yang peruntukan bagi daerah tertinggal dan perbatasan terluar. Artinya cukup menjadi daerah tertinggal dan perbatasan, maka pusat akan membangunkan puskesmas” ucapnya.

Terkait dengan bahasa bahwa tidak mungkin puskesmas itu datang dengan sendirinya tanpa ada lobby-lobby pemerintah daerah agar puskesmas itu dibangun daerah. Isnaini menertawakan “hahahaaaa, itu kok kekanakan sekali. Baru dikatakan ahli lobby Pemda itu jika slot 50 pembangunan puskesmas seluruh Indonesia lalu Bima bisa dapat 10. Tapi kalau puluhan ribu slotnya lalu hampir semua daerah dapat, itu mau dikatakan lobby.? Jangan aneh-aneh” tegas pria yang juga direktur eksekutif Independent Democracy Policy (INDeP) ini.

“Jadi begini saudara-saudara, itu dikes-dikes seluruh daerah dikumpulkan semua di jakarta untuk mereka menyusun rab dll yang dibutuhkan daerah. Lalu nanti dinilai mana yang urgen mana yang tidak untuk direalisasikan. Suruh aja jujur itu dikes-dikes, bahwa setiap tahun mereka berangkat ke jakarta susun anggaran” lanjut jenggot.

Sebelum menutup pembicaraannya jenggot menegaskan bahwa pengklaiman program pusat oleh daerah menandakan suatu daerah tersebut minim prestasi. “klaim puskesmas bearti sedang mengkonfirmasi ke publik tentang kebohongan prestasi Bima ramah. Prestasi itu adalah ada ide lalu di carikan anggaran pembiayaannya. Bukan mengambil ide orang lain” tegas jenggot.

Terkait dengan adanya yang mengatakan bahwa puskesmas tersebut adalah ide-ide cemerlangnya anak-anak muda asn Kabupaten Bima, Jenggot menjawab ringan “udahlah, ga usah mengarang. Itu halusinasi” tutupnya.