Kini, Giliran Ribuan Massa HMI Mataram Padati Jalan Udayana

Kini, Giliran Ribuan Massa HMI Mataram Padati Jalan UdayanaReviewed by adminon.This Is Article AboutKini, Giliran Ribuan Massa HMI Mataram Padati Jalan UdayanaMataram (DetikNTB.com),- Puluhan ribu mahasiswa dari berbagai kampus di Mataram menutup ruas jalan di depan Kantor Depan Kantor Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) NTB, dan sepanjang jalan Udayana, Kamis (26/9). Aksi ini masih berlangsung, di mulai dari Pukul 9.00 wita hingga siang ini. Tidak ketinggalan HMI Cabang Mataram juga ikut memadati ruas jalan Udayana Kota Mataram […]
Foto: Massa dari HMI Cabang Mataram berorasi depan kantor DPRD NTB, saat menolak sejumlah revisi UU

Mataram (DetikNTB.com),- Puluhan ribu mahasiswa dari berbagai kampus di Mataram menutup ruas jalan di depan Kantor Depan Kantor Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) NTB, dan sepanjang jalan Udayana, Kamis (26/9). Aksi ini masih berlangsung, di mulai dari Pukul 9.00 wita hingga siang ini.

Tidak ketinggalan HMI Cabang Mataram juga ikut memadati ruas jalan Udayana Kota Mataram menuntut hal yang sama yakni menolak revisi sejumlah UU kontroversial.

Dalam aksi itu, Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Mataram, menilai pemerintah pusat terlalu ambisius mengambil keputusan hukum. Pertanda katanya bahwa pemerintahan Jokowi-JK hampir sama seperti di era orde baru (Orba). Juga semangat demokrasi dikebiri.

Ketua Umum Umum HMI Mataram,  Andi Kurniawan mengatakan bahwan bangsa ini terancam di pangkas ruang kebebasan untuk menyampaikan pendapat di ruang publik.  Terlihat pasal-pasal dalam RKUHP itu kontradiktif dengan keinginan masyarakat.

“Ada puluhan pasal yang kita anggap itu tidak relevan dengan kondisi sekarang. Saya coba ambil satu poin, yakni masayarakat dibatasi ruang berpendapat, dengan menghilangkan hak setiap orang untuk memberikan kritik ke pemerintah. Inikan aneh, apa ini tidak terkesan otoriter ‘Jokowi benih diktator’, “cetusnya dengan nada pertanyaan dihadapan ribuan massa aksi.

Tidak hanya, RKUHP yang dituntut HMI Mataram,  secara serius ada RUU Ketenagakerjaan, Pertanahan,  dan kebakaran hutan yang sekarang marak terjadi di wilayah Sumatra, Kalimantan dan Riau.

“Isu yang kita sampaikan ini, kadar permasalahannya,  menyangkut kepentingan kita semua (rakyat Indonesia-red). Tentu ini serius untuk di segera dijawab pihak berwenang,”ucapnya.

Merespon tuntutan puluhan ribu mahasiswa tersebut, Ketua DPRD NTB sementara, Hj. Baiq Isvie Rupaeda didampingi wakil ketua sementara, Mori Hanafi berjanji akan memperjuangan tuntutan tersebut ke tingkat yang lebih tinggi yakni pemerintah pusat.

“Insya kami akan kawal ke tingkat yang lebih tinggi. Hidup mahasiswa, hidup HMI,” katanya depan massa demonstran.

Usai memberikan tanggapan terhadap tuntutan mahasiswa tersebut sebagai bukti, dirinya membubuhkan tanda tangan tanda di atas diterimanya tuntutan HMI tersebut.(Iba)