Ketua Yayasan Stikes Mataram Usul Penempatan Tenaga Kesehatan Sesuai Zonasi

Ketua Yayasan Stikes Mataram Usul Penempatan Tenaga Kesehatan Sesuai ZonasiReviewed by adminon.This Is Article AboutKetua Yayasan Stikes Mataram Usul Penempatan Tenaga Kesehatan Sesuai ZonasiMataram (DetikNTB.com),- Sulitnya masyarakat miskin di desa-desa terpencil di NTB untuk mendapatkan pelayanan kesehatan disebabkan jauhnya akses mereka ke pusat Kota yang ada pelayanan kesehatannya membuat Ketua Yayasan Al Amin Stikes Mataram, H. Hadi Seryatno, M.Kes., menyarakan kepada pemerintah untuk membuat peraturan tentang penempatan tenaga kesehatan sesuai zonasi. Penempatan tenaga kesehatan sesuai zonasi menurutnya, bisa […]
Foto: Ketusa yayasan Al Amin Stikes Mataram, H. Hadi Suryatno, M.Kes

Mataram (DetikNTB.com),- Sulitnya masyarakat miskin di desa-desa terpencil di NTB untuk mendapatkan pelayanan kesehatan disebabkan jauhnya akses mereka ke pusat Kota yang ada pelayanan kesehatannya membuat Ketua Yayasan Al Amin Stikes Mataram, H. Hadi Seryatno, M.Kes., menyarakan kepada pemerintah untuk membuat peraturan tentang penempatan tenaga kesehatan sesuai zonasi.

Penempatan tenaga kesehatan sesuai zonasi menurutnya, bisa meringankan beban masyarakat miskin di desa-desa terpencil dapat terpenuhi kebutuhan dasarnya menyangkut kesehatan. Namun, Ia mengkui sebagian wilayah yang ada di NTB khususnya Kota Mataram dan Kabupaten/Kota yang lain sudah terajangkau pelayanan kesehatannya.

BERITA TERKAIT: 

STIKES Mataram Tawarkan Banyak Beasiswa untuk Calon Mahasiwa Baru

“Tapi kalau kita lihat di daerah-daerah terpencil, inikan masih banyak tenaga-tenaga kesehatan ini, karena tenaga-tenaga kesehatan sendiri yang tidak mau ditempatkan di situ (daerah terpencil),” papar orang yang dikenal tegas ini di ruang kerjanya Stikes Mataram, Senen (15/07) siang.

Menurutnya, setiap tenaga kesehatan harus ditanamkan ketika mendapatkan tugas dari pemerintah harus siap ditempatkan dimana saja termasuk di daerah-daerah terpencil. Karena belum lama mengabdi justru mengusulkan diri untuk pindah.

BACA JUGA:

Sambutan Hangat Pemerintah Polandia Terhadap Lawatan Pemprov NTB

“Jangan mau enaknya saja. Contoh kecilnya saja yang di Sekotong (Lombok Barat) itu misalnya orang Mataram misalnya ditempatkan di Sekotong, paling ndak sampai sebulan mereka pindah, sehingga di sana kososng,” cetus sosok yang dikenal hoby dengan olahraga tinju ini.

“Artinya , tenaga kesehatan di NTB ini belum merata,” tambahnya.

Kerena pengalaman selama ini, justru yang ditempatkan di zona-zona seperti itu orang di luar NTB yang tidak paham dengan kondisi tempat dia ditugaskan oleh negara, sehingga tambahnya belum belum apa-apa meraka minta pindah. “Inilah yang membuat sistem ini tidak bagus, rusak sistemnya,” katanya.

Hadi mengusulkan kepada pemerintah untuk memberikan kesempatan kepada warga lokal untuk mengabddi di daerah kelahirannya.

“Alumni Stikes Mataram dengan tenaga kesehatan dan keperawatannya yang kualified siap untuk menjemput hal itu,” tutupnya. (Iba)