Kasus CPNS K2 Belum Selesai, Kini Muncul Kasus Guru Honorer Baru

Kasus CPNS K2 Belum Selesai, Kini Muncul Kasus Guru Honorer BaruReviewed by adminon.This Is Article AboutKasus CPNS K2 Belum Selesai, Kini Muncul Kasus Guru Honorer BaruDompu-Kasus hukum CPNS K2 yang menyeret orang nomor satu di Kabupaten Dompu dalam dugaan tindak pidana korupsi belumlah tuntas. Sekarang, malah muncul masalah baru terkait tenaga honorer. Wakil Ketua Komisi III DPRD Dompu, Muhammad Iksan S. Sos. merasa prihatin atas polemik tenaga honorer yang muncul bertubi-tubi. “Kami sangat prihatin atas nasib yang menimpa guru honorer” […]
Foto : Wakil Ketua Komisi III DPRD Dompu Muhammad Ikhsan S. Sos, bersama dengan Guru Honorer

Dompu-Kasus hukum CPNS K2 yang menyeret orang nomor satu di Kabupaten Dompu dalam dugaan tindak pidana korupsi belumlah tuntas. Sekarang, malah muncul masalah baru terkait tenaga honorer.

Wakil Ketua Komisi III DPRD Dompu, Muhammad Iksan S. Sos. merasa prihatin atas polemik tenaga honorer yang muncul bertubi-tubi.

“Kami sangat prihatin atas nasib yang menimpa guru honorer” Ungkapnya saat ditemui detikNTB di ruang kerjanya, usai menerima dan menggelar dialog dengan Forum Guru Honorer dan Guru Tidak Tetap (GTT) Dompu, Rabu (29/11).

Baca : Tuntut Gaji, Ratusan Guru Honorer Datangi DPRD Dompu

Muhammad Iksan, menjelaskan kedatangan mereka (guru honorer) untuk menanyakan kejelasan pembayaran gaji. Padahal, dalam klausul SK Honor Daerah (Honda) yang diterima para guru honorer menyebutkan sumber pembiayaan gaji dari APBD.

Munculnya persoalan ini menandakan ada masalah serius terkait persoalan SK Honda. “Ada SKnya, tapi tidak ada gajinya” ujarnya.

Ia menilai, tidak tertutup kemungkinan jika SK Honda yang beredar merupakan SK Bodong.

Terkait keluhan honorer, Ia melihat masih banyak guru honorer yang sudah 7-8 tahun mengabdi tapi tidak diprioritaskan oleh Bupati untuk mendapatkan SK Bupati guna menjadi bahan usulan sertifikasi.

Namun demikian, pihaknya berjanji dalam waktu dekat akan memanggil pihak Dikpora dan BKD Dompu untuk dimintai keterangan persoalan ini.

“Kami akan memperjuangkan nasib guru honorer tersebut” pungkasnya. (51)