Kantor Pusat Bank NTB Didemo, Desak Aktor Intelektual Kredit Fiktif Dibongkar

Kantor Pusat Bank NTB Didemo, Desak Aktor Intelektual Kredit Fiktif Dibongkar
Foto: Sejumlah massa aksi dihadang polisi di depan kantor Bank NTB Syari'ah Pusat.

Mataram,- Pasca empat orang ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus dugaan pembobolan Bank NTB Cabang Dompu yang merugikan keuangan negara senilai Rp6,3 miliyar rupiah, sejumlah massa aksi dari Aliansi Mahasiswa Anti Korupsi (AMAK) NTB melakukan aksi unjuk rasa di depan Kantor Bank NTB Syari’ah pusat, Senen (07/01).

Korlap aksi, Sollo Zapatista membeberkan, kredit yang diajukan oleh PT Pesona Dompu Mandiri (PDM) dituding melakukan pelanggaran hukum secara serius, itu dibuktikan dengan direkturnya ditetapkan sebagai tersangka oleh Kejaksaan Tinggi (Kejati) NTB akhir tahun lalu bersama tiga orang lainnya.

“Pembobolan Bank NTB Cabang Dompu yang diduga dilakukan secara sitematis dan terencana oleh pimpinan PT. PDM bersama Bupati Dompu dan pimpinan Bank NTB telah merugikan keuangan negara Rp6,3 milyar rupiah,” teriak Sollo depan halaman Kantor Bank NTB Syar’ah pusat.

Sollo menambahkan, bahwa Direktur PT. PDM adalah mantan kuasa hukum Bupati Dompu H. Bambang M. Yasin. Dia meyakini bahwa pengajuan kredit tersebut diduga kuat atas dasar perintah pimpinan Daerah Kabupaten Dompu.

“Jelas dia terlibat dalam hal ini. Bagaimana mungkin pengajuan kredit yang begitu singkat langsung dicairkan oleh Bank NTB tahap pertama sejumlah Rp3 milyar. Uang itu langsung di bawakan ke pendopo Bupati Dompu,” katanya.

Sementara massa aksi lainnya, Ardy Bhule dalam orasinya menerangkan bahwa pengajuan kredit di suatu Bank harus memenuhi beberapa syarat yakni perusahaan harus terdaftar menjadi anggota Real Estate Indonesia (REI), harus berpengalaman menjadi pengembang minimal 10 tahun dan harus memiliki agunan yang jelas.

“Jelas pencairan kredit tersebut ditunggangi kepentingan politik yang kuat dalam hal ini kami menduga ada keterlibatan Bupati Dompu dalam proses itu,” kata Ardy.

Karena itu, massa aksi mendesak penegak hukum untuk membongkar aktor intelektual di balik pencarian dana dari Bank NTB tersebut yang begitu singkat. Jangan sampai kekuasaan mengalahkan hukum.

“Kami mendesak untuk membongkar aktor intelektualnya. Dan mendesak Direktur Utama Bank NTB untuk mengevaluasi seluruh kinerja bawahannya,” pintanya.

Pihak kepolisian dari Sektor Mataram dan Polres Mataram dikomandoi oleh Kabag Ops Kompol Taufik, SIK mengawal berjalannya aksi hingga berjalan ddngan aman dan tertib sampai selesai

Sementara, pihak Bank NTB yang dimintai konfirmasi enggan merespon hingga berita ini dikorankan. (Iba)