Detik NTB

Berita Nusa Tenggara Barat

Breaking News Headline Hukrim

KAHMI dukung langkah hukum KNPI polisikan Abu Janda

Mataram (Detikntbcom),- Sekretaris Jenderal Majelis Nasional Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI) mendukung dan memberi apresiasi upaya hukum yang dilakukan Pimpinan Pusat Komite Nasional Pemuda Indonesia (DPP KNPI) melaporkan Permadi Arya alias Abu Janda ke Bareskrim Polri terkait kasus dugaan SARA terhadap mantan Komisioner Komnas HAM Natalius Pigai.

“Upaya tersebut, merupakan langkah yang tepat dan mendidik agar kondusifitas di tengah masyarakat tetap terjaga,” ujar Manimbang, seusai dialog kebangsaan organisasi alumni kelompok Cipayung, di KAHMI Center, Rabu (27/1).

Menurut Manimbang, dalam situasi masyarakat yang sedang berjuang menghadapi berbagai personal hidup, sebagai akibat dari pademi covid 19 sangat sensitif dan penuh keprihatinan.

Seharusnya,, kata Manimbang, seluruh komponen masyarakat mengarahkan energi dan konsentrasi diarahkan untuk bersama-sama menanggulangi berbagai dampak dari watch covid 19 menguatkan rasa persatuan dan ke bersamaan, bukan menciptakan keretakan dan perpecahan dlm masyarakat.

“Isu SARA sangat sensitif dan berpotensi memecah belah persatuan dan bangsa, jika terus dijadikan agenda politik,” jelas Manimbang.

Manimbang menegaskan, langkah DPP KNPI yang secara proaktif menyampaikan laporan polisi berkaitan dengan cuitan Permadi Arya yang berbau SARA adalah langkah edukatif dan antisipatif sehingga masyarakat tidak mengambil langkah sendiri-sendiri.

“Upaya hukum yang ditempuh DPP KNPI merupakan merupakan peran kontributif nyata dalam menjaga ketenangan dan kondusifitas di masyarakat,” ujarnya.

Manimbang mengkhawatirkan jika virus ujaran kebencian SARA dibiarkan akan terjadi suasana kontraproduktif dan berpotensi merusak rasa persatuan sesama anak bangsa. “Langkah hukum sangat tepat untuk menghentikan penyebaran virus kebencian, agr kita move on ke arah yang lebih produktif,” katanya.

Manimbang sangat menyayangkan masih maraknya cara-cara primitif menyinggung dan telah menyebarkan ujaran kebencian berbau SARA, modus lama dilakukan oleh orang yang sama terjadi secara berulang, karena belum ada penangan yang Tegas yg bisa memberikan efek jera.

Untuk itu, lanjut Manimbang harus ada penangan yang tegas dan tuntas, agar tidak ada kesan di masyarakat bahwa oknum tersebut dibiarkan dan dilindungi. “Saya berharap pihak kepolisian segera menindaklanjuti laporan tersebut, demi tegaknya hukum dan terpenuhinya rasa keadilan di masyarakat,” tegas Manimbang. (Iba)

LEAVE A RESPONSE

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *