Iskandar Akan Rubah Peta Politik Pilkada Bima

Iskandar Akan Rubah Peta Politik Pilkada Bima
Foto : Iskandar, Sahabat Doktor Zul dan Kepala Bank NTB Cabang Bima

Oleh: Muhammad Isnaini AR*

Skenario ini bisa menjadikan Dahlan sebagai tumbal Politik

Riuh rendah Pilkada Kabupaten Bima yang akan diselenggarakan tahun 2020 menjadi perhatian publik di tengah kondisi politik Nasional yang tidak menentu. KPU NTB melalui Ketuanya telah membunyikan alarm bahwa september tahapan pilkada akan dimulai. Maka tak heran, pemanasan bongkar pasang telah dimulai baik secara terang-terangan oleh masyarakat yang akses politiknya terbatas maupun secara terbatas oleh mereka sebagian kecil yang memiliki akses politik secara langsung dan luas.

Salah satu inisiator dan suksesor paket IDP-Dahlan 2015 Abdul Rauf, bisa dikatakan sebagai politisi yang sangat cepat menabuh gendang peringatan untuk Dahlan agar tidak jumawa dengan Paket IDP-Dahlan 2 Periode. Sontak saja, gendang tersebut bertabuh dan menggelinding gemanya menjangkau jauh. Bak gayuh bersambut, kelompok rival paket IDP-Dahlan menyambut gema gendang tersebut. Bahkan loyalis IDP pun demikian. Yang menarik malah muncul dari Loyalis Dahlan itu sendiri, mendesak meminta Dahlan untuk segera menyatakan sikap. Tidak pasif menunggu nasib. Ekstrimnya ada yang bahkan mengatakan Dahlan tidak mandiri secara politik alias menunggu suapan IDP.

Kesadaran politik kita tentu saja tidak memandang hal demikian sebagai dinamika biasa tanpa makna. Tentu ada sinyal politik, dimana gelombang frekuensi sedang dicocokan. Apakah gelombang lama menimbulkan kejernihan sinyal bagi telinga rakyat atau malah menyakitkan. Maka kocokan frekuensi tersebut sesuatu konsekuensi logis untuk meraih dukungan politik.

Kasak kusuk dibelakang elit politik, secara terbatas muncul nama yang sangat kuat. Nama ini juga yang disinyalir sebagai penyebab kenapa politisi demokrat Abdul Rauf sampai begitu dini mengirim sinyal ke Dahlan. Bisik terbatas membahas secara serius pernyataan anggota DPRD Provinsi NTB terpilih agar Dahlan Jangan jumawa. Adakah ini berkaitan dengan 3 Nama yang telah masuk dalam Kantong Dr. Zul Gubernur NTB, salah satunya nama itu adalah Iskandar .

Siapa Iskandar? Jika kita jalan ke kampung-kampung tidak ada yang kenal dengan sosok ini (sama dengan fenomena awal mula kemunculan Doktor Zul) tapi disebagian elit politik, elit aktivis dan elit pemuda, Iskandar mendapat tempat sebagai tokoh yang populer.

Lalu kita tarik ke belakang saat Pilgub NTB, Iskandar Adalah orang yang pertama kali membawa Doktor Zul ke Bima. Secara terbatas, Info yang penulis dapat, yang mengenalkan Doktor Zul dengan Hadi Santoso Sehingga terpilih sebagai koordinator Tim di Bima yaitu Iskandar (Infonya boleh dikroscek kebenarannya). Hal ini menjelaskan bagaimana kedekatan Doktor Zul dengan Iskandar.

Pria Low Profil ini merupakan keturunan campuran Runggu dan Donggo. Menghabiskan masa di kecil di Donggo. Sape, Dompu dan Sumbawa menjadi daerah pengabdiannya. Jika ditilik secara teritorial, Iskandar telah mewakili 3 Blok Wilayah di Kabupaten Bima. Blok Tengah (KAE), Blok Timur (Sape) dan Blok Barat (Donggo).

Iskandar, Ancaman Untuk Dahlan?

Tentu kita tidak bisa buru-buru untuk menjawab pertanyaan menggelitik diatas. Tapi, jika kita memberi sedikit tekanan otak kita agar berpikir agak serius maka kita bisa menemukan jawabannya.

Playmaker Pilkada 2020 tentu adalah Doktor Zul sebagai Gubernur NTB. Ada Pra Kondisi politik yang akan menjadi agenda serius Doktor Zul di 2020 selain memikirkan program pemerintahan untuk Rakyat NTB. Pra kondisi tersebut berkait erat dengan keberlangsungan kekuasaan selama periode pertama dan kelanjutan kekuasaan untuk periode kedua. Kita sangat tidak boleh naif memaknainya.

Atas alasan itulah, logis kiranya Doktor Zul menyiapkan orang-orang yang dapat beliau percaya untuk menjadi kepala daerah atau setidaknya wakil kepala daerah.

Lalu apa kaitan dengan Dahlan Soal sikap politik Doktor Zul.? Doktor Zul bukan politisi yang tiba akal langsung jadi Gubernur. Beliau matang secara politik. Penulis menilai, dimata gubernur perempuan bernama Indah Damayanti Putri Bupati Bima sekarang tidak bisa dianggap sebagai politisi yang mudah untuk dikalahkan. IDP panggilannnya, masih sangat kuat di grashroot walau riak medsos ada upaya penolakan. IDP tidak akan dijadikan oleh Doktor Zul Rival politik melainkan akan menawarkan Kompromi dengan menyodorkan Calon Wakil dengan disertai partai Pendukung. Inilah titik temunya GOLKAR, PKS dan DEMOKRAT, pun bisa jadi HANURA, NASDEM Plus GERINDRA (Dengan Skema Kompromi di Mataram Doktor Zul Mendukung GERINDRA).

Skenario inilah yang bisa membuat Dahlan jadi tumbal untuk Kepala Bank NTB Cabang Bima yaitu Iskandar. Bersambung (Baca : Modal Dan Kekuatan Politik Iskandar).

*Penulis adalah Direktur Eksekutif Independent Democracy Policy dan Wakil Ketua KNPI NTB