Industrialisasi Pertanian Upaya Pemprov NTB untuk Kemandirian Benih dan Pakan

Industrialisasi Pertanian Upaya Pemprov NTB untuk Kemandirian Benih dan PakanReviewed by adminon.This Is Article AboutIndustrialisasi Pertanian Upaya Pemprov NTB untuk Kemandirian Benih dan PakanMataram (DetikNTB.Com),- Wacana industrialisasi pertanian yang yang dilakukan pemerintah Provinsi NTB dalam rangka kemandirian petani di sektor pertanian bukan lagi isapan jempol belaka. Bagaimana tidak, wacana tersebut sudah mulai diterapkan di NTB. Gubernur Nusa Tenggara Barat baru-baru ini mengatakan, Pemprov NTB terus mendorong terciptanya industrialisasi. Industrialisasi pengolahan jadi salah satu sektor yang dikembangkan. Industrialisasi tersebut […]
Foto: Kadis Pertanian dan Holtikultura NTB, Khusnul Fauzi bersama Gubernur NTB saat launcing indutrialisasi pertanian di Lombok Utara baru-baru ini (Ist)

Mataram (DetikNTB.Com),- Wacana industrialisasi pertanian yang yang dilakukan pemerintah Provinsi NTB dalam rangka kemandirian petani di sektor pertanian bukan lagi isapan jempol belaka. Bagaimana tidak, wacana tersebut sudah mulai diterapkan di NTB.

Gubernur Nusa Tenggara Barat baru-baru ini mengatakan, Pemprov NTB terus mendorong terciptanya industrialisasi. Industrialisasi pengolahan jadi salah satu sektor yang dikembangkan.

Industrialisasi tersebut sudah berjalan dan dilakukan pemukulan gong oleh Pemerintah Provinsi NTB belum lama ini di Science Tekhnoogi Park (STP) yang berada di Banyumulek Lombok Barat.

Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan NTB, H. Khusnul Fauzi ditemui di ruang kerjanya, Selasa (26/11) siang mengatakan, dengan industrialisasi para petani tidak lagi kesulitan dalam menjual hasil pertaniannya.

“Industrialsi ini dihajatkan untuk memberikan kepada petani tekhnologi-tekhnologi yang memberikan dampak, pertama adalah kemandirian benih secara presisi di petani sendiri bahwa hibrida itu bisa dibuat di petani itu sendiri dengan tekhnologi,” terang Khusnul yang juga salah satu calon Sekda NTB dari lima calon Sekda ini.

Kedua katanya, dengan tekhnologi bisa mengoptimalkan lahan marginal (lahan tidur) bisa dua atau tiga kali tanam dalam setahun dengan menggunakan irigasi tetes untuk mengoptimalkan pemanfaatan air secara tepat dan efisien.

“Setelah kita menciptakan benih sendiri, tekhnologi dikuasai oleh petani maka berikutnya adalah peningkatan nilai tambahdengan memposiskan jagung khsusunya itu dengan memperoeh nilai tambah dengan mengundang investasi agar jagung itu tidak gelondongan keluar dari Provinsi,” urainya.

Artinya adalah industrialisasi pakan ternak, ketika pakan ternak itu didatangkan dari luar maka NTB tergantung pasar dan harga pabrik. Jika harga pakan itu mahal maka mahal juga harga daging terutama daging ayam karena bahan pokok pakan ternak khususnya ayam 60 persen dari jagung.

“Mustahil kita mendapatkan nilai tambah tanpa industri. Industri yang dimaksud adalah industri olahan menjadi pakan menjadi benih. Harganya hari ini adalah Rp70 ribu, kalau kita ciptakan di sini (NTB) dengan harga Rp50 ribu maka memenuhi populasi ayam di sini setelah itu apakah di ekspor silahkan” katanya mengutip ucapan Gubernur.

Targetnya adalah tahun 2020-2023, mudah-mudahan NTB bisa mandiri dalam sektor benih dan bisa menciptakan benih hibrida sendiri. Sehingga kita tidak lagi bergantung pada daerah lain yang lebih mahal.

Untuk kemandirian benih di NTB, di Science Tekhnoogi Park (STP) akan dibangun pabrik pengolahan pakan ternak berkapasitas 47 ton perhari sehingga per bulan menghasilkan 1600 ton pakan jadi dikali 12 bulan sebanyak 20 ribuan ton. “Itu kapasitasnya kalau dibandingkan dengan produksi jagung menurut perhitangn BPS 2,5 juta ton itu tidak apa-apanya,” tutupnya. (Iba)