HMI Nilai Wakil Ketua DPRD Kota Bima tak Hargai Perjuangan Tim Covid-19

HMI Nilai Wakil Ketua DPRD Kota Bima tak Hargai Perjuangan Tim Covid-19Reviewed by adminon.This Is Article AboutHMI Nilai Wakil Ketua DPRD Kota Bima tak Hargai Perjuangan Tim Covid-19Kota Bima (detikntbcom),- Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Bima kecewa dengan Wakil Ketua DPRD Kota Bima dari fraksi PAN yang memaksakan diri melaksanakan resepsi pernikahan anaknya di tengah maraknya wabah Covid-19. Acara tersebut terlihat berkerumunan karena dihari oleh ratusan undangan dan tidak mematuhi protokol kesehatan pencegahan Covid-19. “Heran, siapa harus kami percaya kalau pihak pemerintah […]
Terlihat ratusan tamu undangan pernikahan anak Wakil Ketua DPRD Kota Bima menghadiri undangan tanpa memperhatikan protokol Covid-19 (Dok. Istimewa)

Kota Bima (detikntbcom),- Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Bima kecewa dengan Wakil Ketua DPRD Kota Bima dari fraksi PAN yang memaksakan diri melaksanakan resepsi pernikahan anaknya di tengah maraknya wabah Covid-19.

Acara tersebut terlihat berkerumunan karena dihari oleh ratusan undangan dan tidak mematuhi protokol kesehatan pencegahan Covid-19.

“Heran, siapa harus kami percaya kalau pihak pemerintah sendiri tidak patuh dengan omongannya sendiri, lebih lagi acara itu dihadiri oleh walikota dan wakil walikota bima, padahal kemarin tanggal 11 mei pemerintah kota bima telah mengeluarkan kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Kelurahan (PSBK) sesuai dengan Perwali no. 24 tahun 2020 perubahan atas Perwali no. 28 tahun 2020,” kesal Ketua Umum HMI Cabang Bima, Sukrin Laloja, Senin (1/6).

Katanya, itu sudah jelas melanggar protokol pencegahan Covid-19. Tim gugus tugas pencegahan Covid-19 berminggu-minggu dan berbulan-bulan bekerja siang dan malam di batas Kota Bima dalam rangka pencegahan penyebaran Covid-19 kalau pemerintah sendiri yang mengundang penyakit nampaknya tidak dihargai oleh pimpinan dewan tersebut.

Melihat peristiwa itu, pembentukan tim gugus tugas yang dilakukan oleh pemerintah kota bima dianggap hanya buang-buang anggaran negara yang belasan miliyar, karena tim gugus tugas bekerja tidak mengenal lelah namun mereka sendiri berpesta ramai.

“Kami sangat merasa kecewa dengan sikap wakil ketua dewan yang tidak jeli melihat resiko atas tindakannya, bukan bermaksud melarang anaknya nikah tapi setidaknya harus ada kesadaran bahwa kondisi yang sedang dihadapi sekarang cukup mengancam kita semua, kalau mau nikah, ya silahkan nikah tidak ada yang melarang tapi jangan mengundang penyakit,” ujar Sukrin.

Sementara katanya, warga dilarang keluar rumah, namun Wakil Ketua Dewan serta Walikota dan Wakil Walikota sendiri berada di tengah kerumunan pesta pernikahan anak Wakil Ketua Dewan.

“Sangat disayangkan,” ungkapnya. (Iba).