Gubernur Dorong Industrialisasi Tingkat Desa dengan Berdayakan BUMDEs

Gubernur Dorong Industrialisasi Tingkat Desa dengan Berdayakan BUMDEsReviewed by adminon.This Is Article AboutGubernur Dorong Industrialisasi Tingkat Desa dengan Berdayakan BUMDEsMataram (DetikNTB.Com),- Pemberdayaan Badan Usaha Milik Desa (Bumdes) menjadi salah satu penopang kebutuhan masyarakat terus didorong oleh pemerintah provinsi. Segala kebutuhan masyarakat diharapkan bisa terpenuhi oleh Bumdes agar masyarakat tidak bergantung pada badan usaha lain. “Bumdes kita akan jadikan sebagai tempat distribusi kebutuhan masyarakat, jadi masyarakat tidak perlu lagi keluar untuk mencari kebutuhannya,” kata Gubernur […]
Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah saat rapat dengan PT. Gerbang NTB Emas (GNE) dan beberapa Kepala desa terkait Program TDC

Mataram (DetikNTB.Com),- Pemberdayaan Badan Usaha Milik Desa (Bumdes) menjadi salah satu penopang kebutuhan masyarakat terus didorong oleh pemerintah provinsi. Segala kebutuhan masyarakat diharapkan bisa terpenuhi oleh Bumdes agar masyarakat tidak bergantung pada badan usaha lain.

“Bumdes kita akan jadikan sebagai tempat distribusi kebutuhan masyarakat, jadi masyarakat tidak perlu lagi keluar untuk mencari kebutuhannya,” kata Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah saat rapat dengan PT. Gerbang NTB Emas (GNE) dan beberapa Kepala desa terkait Program TDC, Selasa, 19/5/2020).

Oleh karena itu, melalui program Trade and Distribution Center (TDC) yang diinisiasi oleh PT. GNE, Bumdes dibentuk menjadi sebuah pasar besar yang dapat memenuhi semua kebutuhan yang sebelumnya didata dengan melibatkan masyarakat sebagai bagian dari TDC.

Pendataan kebutuhan dilakukan dengan membentuk kelompok masyarakat (pokmas) yang terdiri dari 10 keluarga, apa yang dibutuhkan dicatat oleh Pokmas kemudian dilaporkan ke surpervisior yang mana supervisor ini adalah masyarakat yang ditunjuk oleh TDC.

“TDC ini akan mendata kebutuhan masyarakat dalam beberapa waktu, melalui data tersebut Bumdes akan mendatangkan barang-barang yang dibutuhkan oleh masyarakat,” terangnya.

Orang nomor satu di NTB ini mengungkapkan bahwa Bumdes juga akan mendorong masyarakat untuk memenuhi kebutuhannya dengan produk-produk lokal sehingga pemberdayaan UKM di desa masing-masing.

Bang Zul, sapaannya, menuturkan bahwa pemberdayaan UKM merupakan bentuk dorongan pemerintah untuk mengembangkan industrialisasi di tingkat desa.

“Industrialisasi di tingkat desa juga kita dorong agar dapat memenuhi kebutuhan desanya sendiri, jadi tidak jauh-jauh mendatangkan barang-barang kebutuhan masyarakatnya sendiri, ini tidak gampang, tapu jika ini berhasil, maka akan menjadi kontribusi besar buat Indonesia,” tuturnya.

Senada dengan Gubernur, Direktur Utama PT. GNE, Syamsul Hadi mengatakan bahwa sebelumnya telah berdiskusi dengan UMKM-UMKM di NTB yang sebelumnya dilibatkan pada program JPS Gemilang untuk dapat bekerjasama dengan PT.GNE dalam program TDC ini.

Perlu diketahui, TDC dibangun sebagai tugas dari Pemerintah Propinsi NTB dalam membangun infrastruktur ekonomi daerah yang mandiri dan dimiliki oleh masing-masing daerah, mulai dari Desa, Kabupaten, dan Provinsi.

PT GNE pada prinsipnya membangun jaringan Pusat Perdagangan dan Distribusi yang memusatkan kegiatan bisnis dan transaksi dalam konsep Territory Management pada Level Desa. PT GNE membangun TDC Desa sebagai Sales and Distribution Point yang melayani kebutuhan warga dan UMKM Desa serta menjadi pintu utama penjualan dan distribusi produk lokal Desa. (Iba)