Detik NTB

Berita Nusa Tenggara Barat

Breaking News Headline Parlemen

Gelar fit and proper test, satu gugur dari 15 calon KI diserahkan ke DPRD NTB

Mataram (Detikntbcom),- Komisi I DPRD NTB melakukan fit and proper test terhadap 15 orang Calon Komisioner Komisi Informasi (KI), pada Senin 22 Februari 2021, di ruangan Komisi I DPRD NTB. Mereka-mereka yang dilakukan fit and proper test ini adalah mereka yang telah berhasil melewati seleksi awal yang dilakukan oleh Panitia Seleksi (Pansel) Pemerintah Provinsi (Pemprov) NTB dan kini harus bersaing untuk mendapatkan posisi lima besar sebagai Komisioner KI dan lima besar lainnya sebagai cadangan.

“Fit and Proper Test ini dilakukan secara profesional, proporsional dan tentu secara objektif. Komisi I hanya melakukan pendalaman dan atau penajaman terhadap aspek kemampuan dan kecakapan mereka tentang Keterbukaan Informasi Publik,” terang Ketua Komisi I DPRD NTB, Siyrajuddin, SH., kepada sejumlah wartawan, Senin (22/) kemarin.

Komisi I dalam melakukan fit and proper test terhadap calon Komisioner KI dibantu oleh akademisi Unram, tokoh masyarakat, dan dari Kepolisian Daerah (Polda) untuk aspek Psikologi nya.

Komisi I DPRD NTB melakukan tes and proper test terhadap salah satu dari 14 calon KI NTB

Dari hasil fit and proper test ini, pihaknya berharap nantinya akan lahir Komisioner-komisioner KI yang dapat memperkuat keberadaan piranti keterbukaan informasi publik seperti pembentukan PPID hingga ke tingkat Desa.

“Sehingga masyarakat yang ada di Desa bisa memahami bagaimana merancang dan merencanakan pembangunan secara baik dan terbuka. Jadi Keterbukaan Informasi Publik itu tidak hanya fokus di lingkup Pemprov aja,” kata politisi Partai Persatuan Pembangunan (PPP) ini.

Dari 15 orang Calon Komisioner KI yang diagendakan melakukan fit and proper test, satu orang peserta sayangnya tidak hadir saat fit and proper test.

“Karena dia tidak mengikuti satu tahapan, maka otomatis dinyatakan gugur,” tegas pria yang pernah menjabat sebagai Wakil Ketua DPRD Kabupaten Dompu ini.

Sementara itu, salah seorang Calon Komisioner KI yang mengikuti fit and proper test, Hendriadi, mengaku pertanyaan yang diberikan saat fit and proper test sangat substantif dan sangat penting.

Salah satu pertanyaan substantif itu, menurut pria yang sebelumnya menjabat sebagai Ketua KI NTB ini, adalah menyangkut soal Kesatuan Data dan Informasi. Menurutnya, kesatuan data dan informasi itu sangat penting dalam tatanan pemerintahan.

“Tidak boleh satu badan publik itu memiliki data yang berbeda dengan badan publik lainnya. Selain itu, hal penting lainnya adalah menyangkut koordinasi data antara satu badan publik dengan badan publik lainnya. Kalau tidak terkoordinasi dengan baik, maka akan menjadi amburadul. Maka penting untuk melakukan koordinasi data untuk memastikan mana data yang benar,” pungkasnya. (Iba)

LEAVE A RESPONSE

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *