Detik NTB

Berita Nusa Tenggara Barat

Breaking News Headline Hukrim Peristiwa

Dugaan korupsi ratusan juta PKBM Al-Ikhlas Ncera dihentikan, ini kata Dirreskrimsus Polda NTB

Mataram (Detikntbcom),- Ketua Pusat Kegiatan Belajar Mengajar (PKBM) Al-Ikhlas M Salahudin beralamat di Desa Ncera Kecamatan Belo Bima NTB memastikan kasus dugaan korupsi yang pernah ditangani Polres Bima 2018 silam sudah dihentikan.

Penghentian kasus bantuan dana ke PKBM sekitar 500-an juta rupiah tersebut disebabkan karena pihak Polres Bima sudah melakukan gelar perkara untuk menghentikan kasus dugaan korupsi yang merugikan uang negara ratusan juta rupiah itu.

“Sudah dihentikan kasusnya. Karena sudah saya kembalikan 100 persen pada tahun 2019 dan tidak ada masalah lagi. Polres pun sudah selesai gelar perkaranya. Apa yang saya lakukan itu supaya tidak ada fitnah lagi ke saya,” ungkapnya saat diminta konfirmasi via telfn, Senin (28/12) di Mataram.

Bukti pengembalian uang ratusan juta tersebut ke kas negara juga sudah dikantongi oleh pihaknya, hanya saja pihaknya tidak bisa menunjukkan bukti pengembalian tersebut dikarenakan lagi berada di luar daerah.

“Bukti pengembalian ada sama saya. Untuk berita acara bahwa kasus itu ditutup itu juga sudah saya pegang. Dan kasus itu sudah ditutup,” cetusnya.

Sementara Kanit Reskrim Tipikor Polres Bima IPDA Haris juga mengakui memang pihak PKBM Al-Ikhlas sudah mengembalikan uang tersebut ke kas negara. “Besok saja (hari ini konfirmasi di kantor Polres Bima) biar jelas, nanti saya perlihatkan bukti pengembaliannya ke kas negara,” ungkap Haris dikonfirmasi via telfn.

Karena penanganannya di Polres Bima tahun 2018, tapi pengembalian kerugian negara oleh terduga pada Desember 2019. Apakah bisa menghentikan kasus tersebut meskipun pengembalian itu melewati 60 hari setelah temuan inspektorat?.

“Sepanjang kasus tersebut masih proses penyelidikan dan belum di tingkat penyidikan bisa bang. Dan diberikan waktu bagi pihak yang diduga selama waktu 60 hari setelah hasil audit dilakukan,” jelasnya.

“Jika ada novum (alat bukti baru) maka bisa jadi akan dilanjutkan kasus itu,” katanya dikonfirmasi lanjut hari ini, Selasa.

Hal yang sama disampaikan Direktur Reserse Kriminal Khusus (Dirreskrimsus) Polda NTB Kombes IGPG Ekawana Prasta, bahwa kasus bisa saja dihentikan kalau kerugian itu sudah dikembalikan ke negara. “Karena sudah ga ada kerugian kan. Tapi harus dilihat dulu sifat dari pada permasalahan itu,” jelas Ekawana saat dimintai konfirmasi saat press rilis akhir tahun Polda NTB 2020, Selasa (29/12) siang di Mataram.

Meskipun waktu pengembalian diduga sudah lewat batas waktu 60 hari katanya, namun jika ada niat baik dari terduga maka bisa jadi itu dihentikan.

“Pada intinya mereka sudah ada niat baiknya. Kita ingin tahu dari kerugian negara semuanya itu apakah ada timeline-nya, setahu saya kan 60 hari dikembalikan,” ujarnya.

Diberitakan sebelumnya, Sekretaris Inspektorat Kabupaten Bima Dahlan mengakui adanya kerugian negara ratusan juta rupiah. Pihaknya juga mengungkap bahwa dana tersebut sebagiannya sudah dikembalikan ke rekening negara sejak tahun 2019 lalu.

“Sisanya masih kami tunggu pengembaliannya. Terkait hasil LHP, sampai sekarang kami masih tunggu surat permintaan dari teman-teman Tipikor Polres Bima. Untuk proses hukum lebih lanjut kami tidak berwenang, itu urusan kepolisian yang menangani masalah ini,” jelasnya. (Iba)

LEAVE A RESPONSE

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *