Dua Penari Telanjang di Wilayah Senggigi Diamankan Polda NTB

Dua Penari Telanjang di Wilayah Senggigi Diamankan Polda NTBReviewed by adminon.This Is Article AboutDua Penari Telanjang di Wilayah Senggigi Diamankan Polda NTBMataram (DetikNTB.Com),- Dua orang penari telanjang (Striptis) yang juga sebagai patner song (PS) berinisial YM alias NT (35 tahun) asal Kota Cilegon dan SM alias KR (23 tahun) asal Serang Banten di amankan jajaran Subdit IV Ditreskrimum Polda NTB, Rabu (5/2). Keduanya di amankan saat melayani tamu di sebuah cafe di Wilayah Batu Layar, Senggigi […]
Foto: Kabid Humas, Kombes (Pol) Artanto bersama jajaran Subdit IV Ditreskrimum Polda NTB mengungkap kasus prostitusi di Wilayah Senggigi Lombok Barat (Ist)

Mataram (DetikNTB.Com),- Dua orang penari telanjang (Striptis) yang juga sebagai patner song (PS) berinisial YM alias NT (35 tahun) asal Kota Cilegon dan SM alias KR (23 tahun) asal Serang Banten di amankan jajaran Subdit IV Ditreskrimum Polda NTB, Rabu (5/2).

Keduanya di amankan saat melayani tamu di sebuah cafe di Wilayah Batu Layar, Senggigi Kabupaten Lombok Barat. Kedua penari telanjang tersebut mengaku mendapatkan bayaran sebesar 3 juta rupiah untuk memberikan pelayanan menari tanpa busana.

Selain kedua penari, polisi juga mengamankan pelaku lainnya yakni DA alias PD (43 tahun) yang bertindak sebagai penghubung bagi tamu yang menginginkan layanan penari tanpa busana.

DA mengharuskan setiap pengunjung yang menginginkan layanan khusus tersebut harus menyetor uang sebesar 2 juta rupiah yang di transper ke rekeningnya.

Kabid Humas Polda NTB Kombes Pol Artanto menjelaskan DA menjadi otak penyediaan paket khusus penari telanjang tersebut.

“Untuk mendapatkan layanan khusus itu, pengunjung harus menyetorkan uang muka Rp2 juta melalui rekening tersangka DA alias PD,” ujar Artanto saat menggelar jumpa pers di Mapolda NTB, Jumat (7/2) siang.

Mereka dijerat pasal 33 junto pasal 7 dan 4 dan pasal 34 junto pasal 8 atau pasal 36 junto pasal 10 undang-undang nomor 44 tahun 2008. Mereka diancam pidana paling lama 15 tahun penjara dan denda paling banyak Rp7,5 miliar dan atau pidana penjara paling lama 10 tahun dan denda paling banyak Rp5 miliar. (Iba)