DPO Tersangka Korupsi PT Tripat Diringkus Kejati NTB

DPO Tersangka Korupsi PT Tripat Diringkus Kejati NTBReviewed by adminon.This Is Article AboutDPO Tersangka Korupsi PT Tripat Diringkus Kejati NTBMataram (DetikNTB.Com),- Tersangka korupsi PT Tripat, Abdulrazak ditahan Kejaksaan Tinggi NTB, Jumat (7/2) siang yang merugikan keuangan negara Rp 980.621.310,3; (sembilan ratus delapan puluh juta rupiah enam ratus dua puluh satu juta rupiah tiga ratus sepuluh ribu tiga sen), yang bersangkutan langsung dilakukan penahanan di Lapas Kelas I Mataram. “Sebelumnya Abdulrazak tidak memenuhi panggilan penyidik […]
Foto: Tersangka, Abdulrazak (kanan berbaju batik kuning) memenuhi panggilan penyidik Kejati NTB langsung ditahan (Ist)

Mataram (DetikNTB.Com),- Tersangka korupsi PT Tripat, Abdulrazak ditahan Kejaksaan Tinggi NTB, Jumat (7/2) siang yang merugikan keuangan negara Rp 980.621.310,3; (sembilan ratus delapan puluh juta rupiah enam ratus dua puluh satu juta rupiah tiga ratus sepuluh ribu tiga sen), yang bersangkutan langsung dilakukan penahanan di Lapas Kelas I Mataram.

“Sebelumnya Abdulrazak tidak memenuhi panggilan penyidik selama 3x berturut-turut kemudian dilakukan pemanggilan paksa namun tidak berada di tempat. Selanjutnya sekitar pukul 13.00 Wita, tersangka mendatangi kantor Kejati NTB dan langsung dilakukan pemeriksaan sebagai saksi hingga pukul 16.00 Wita,” jelas Kasi Penkum Kejati NTB, Dedi Irawan sore tadi.

Penetapan tersangka tersebut tambah Dedi, berdasarkan kesimpulan penyidik bahwa tersangka selaku Manager Keuangan dan Accounting PT. Tripat telah menyalahgunakan kewenangannya mengakibatkan kerugian keuangan negara bersama sama dengan tersangka Lalu Azril Sopandi, SE selaku Direktur Utama PT TRIPAT (sebelumnya telah dilakukan penahanan).

Untuk diketahui sebelumnya, berdasarkan Perda 8/2010, Pemda Lombok Barat telah merealisasikan penyertaan modal berupa uang sebesar Rp 1.7 M dengan tanah seluas 8 Ha kepada PT. Tripat. Selanjutnya, dalam pengelolaan uang tersebut ternyata tidak dapat dipertanggungjawabkan penggunaannya sebesar Rp 436 juta rupiah.

Kemudian, penyertaan Modal berupa tanah dikerjasamakan (KSO) dengan PT. Bliss Pembangunan Sejahtera untuk penggantian kantor Dinas Pertanian dan UPT BPT yang berdiri di atas tanah tersebut sebesar Rp 2,7 M, namun dalam pelaksaannya ternyata anggaran tersebut tidak sepenuhnya dipergunakan untuk pembangunan kantor pengganti Dinas Pertanian.

Namun, dipergunakan untuk kepentingan pribadi bersama dengan tersangka Lalu Azril Sopandi, SE mengakibatkan kerugian keuangannya sebesar Rp 544.426.836,56;.

“Sehingga total kerugian keuangan negara sebesar Rp 980.621.310,3; (sembilan ratus delapan puluh juta rupiah enam ratus dua puluh satu juta rupiah tiga ratus sepuluh ribu tiga sen),” tutupnya. (Iba)