Dituding tak progres, dugaan korupsi dana PKBM Al-Ikhlas Ncera kembali disorot

Dituding tak progres, dugaan korupsi dana PKBM Al-Ikhlas Ncera kembali disorotReviewed by adminon.This Is Article AboutDituding tak progres, dugaan korupsi dana PKBM Al-Ikhlas Ncera kembali disorotBima (Detikntbcom),- Dugaan Korupsi dana Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) Al-Ikhlas yang beralamat di jalan Lintas Karumbu Desa Ncera Kabupaten Bima NTB yang diketuai oleh M. Salahudin kembali menjadi sorotan Publik. Kasus yang menjadi temuan Unit Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Polres Bima sejak tahun 2018 hingga sekarang belum jelas progres penyelidikannya. “Dalam penanganan kasus Tipikor, […]
(Kiri ke kanan) Sekretaris Inspektorat Bima Dahlan dan Aktivis Bima Arif Rahman

Bima (Detikntbcom),- Dugaan Korupsi dana Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) Al-Ikhlas yang beralamat di jalan Lintas Karumbu Desa Ncera Kabupaten Bima NTB yang diketuai oleh M. Salahudin kembali menjadi sorotan Publik. Kasus yang menjadi temuan Unit Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Polres Bima sejak tahun 2018 hingga sekarang belum jelas progres penyelidikannya.

“Dalam penanganan kasus Tipikor, Polres Bima terkesan tidak serius dan semacam ada yang ditutupi sehingga sampai sekarang belum jelas proses penyelidikannya,” beber aktivis Bima Arif Rahman seperti keterangan tertulis diterima media ini, Senin (28/12).

Arif juga mengungkapkan, berdasarkan investigasi yang telah dilakukan pada tahun 2019, Kanit Tipikor Polres Bima IPDA Haris telah meminta bantuan Inspektorat Kabupaten Bima untuk melakukan audit dana PKBM Al-Ikhlas tersebut.

“Dan tim audit dari inspektorat yang diketuai oleh pak Muslim sudah menjelaskan kepada kami sejak 2019 lalu. hasil auditnya bahwa sudah ditemukan kerugian negara ratusan juta rupiah,” tutur Arif.

Arif menegaskan, dalam waktu dekat akan melakukan demonstrasi besar-besaran di Mapolres Bima untuk mendesak Kapolres agar serius menuntaskan masalah PKBM tersebut.

Dikonfirmasi terpisah, Sekretaris Inspektorat Kabupaten Bima Dahlan mengakui adanya kerugian negara ratusan juta rupiah. Pihaknya juga mengungkap bahwa dana tersebut sebagiannya sudah dikembalikan ke rekening negara sejak tahun 2019 lalu.

“Sisanya masih kami tunggu pengembaliannya. Terkait hasil LHP, sampai sekarang kami masih tunggu surat permintaan dari teman-teman Tipikor Polres Bima. Untuk proses hukum lebih lanjut kami tidak berwenang, itu urusan kepolisian yang menangani masalah ini,” jelasnya.

Sementara Kanit Tipikor Polres Bima, IPDA Haris masih diupayakan untuk dikonfirmasi terkait kelanjutan proses penyelidikannya, sudah sejauh mana penanganan kasus tersebut. (Rep*)