Dituding kriminalisasi aktivis, Dirreskrimsus Polda NTB tegaskan semua kasus ditangani profesional

Dituding kriminalisasi aktivis, Dirreskrimsus Polda NTB tegaskan semua kasus ditangani profesionalReviewed by adminon.This Is Article AboutDituding kriminalisasi aktivis, Dirreskrimsus Polda NTB tegaskan semua kasus ditangani profesionalMataram (Detikntbcom),- Kasus yang menjerat aktivis prodemokrasi, Syamsu Rizal atas dugaan pelanggaran UU ITE yang dijemput di Bima untuk dimintai keterangan oleh tim Cyber Polda NTB untuk dimintai keterangan menyebabkan banyak tudingan dari sejumlah aktivis Bima bahwa Direktur Reserse Kriminal Khusus (Dirreskrimsus) Polda NTB Kombes Pol I Gusti Putu Gede Ekawana Putra dinggap mengkriminalisasi aktivis. […]
Direktur Reserse Kriminal Khusus Polisi Daerah Nusa Tenggara Barat (Dirrreskrimsus Polda NTB), Kombes Pol, I Gusti Putu Gede Ekawana P (Dok. Istimewa)

Mataram (Detikntbcom),- Kasus yang menjerat aktivis prodemokrasi, Syamsu Rizal atas dugaan pelanggaran UU ITE yang dijemput di Bima untuk dimintai keterangan oleh tim Cyber Polda NTB untuk dimintai keterangan menyebabkan banyak tudingan dari sejumlah aktivis Bima bahwa Direktur Reserse Kriminal Khusus (Dirreskrimsus) Polda NTB Kombes Pol I Gusti Putu Gede Ekawana Putra dinggap mengkriminalisasi aktivis.

Mantan Kapolres Bima ini menegaskan bahwa tudingan tersebut tidak benar. Menurutnya semua kasus yang dilaporkan oleh masyarakat NTB siapapun orangnya akan ditangani secara benar, adil dan profesional.

“Kita polisi bekerja sesuai dengan normatif hukum sesuai dengan mekanisme penyidikan. tidak benar kalau Polda NTB bekerja tidak profesional pilih bulu. Sekarang (Rizal) kita panggil sebagai tersangka hari Senin (26/7) ga hadir malah unjuk rasa, nah inikan siapa yang mengkriminalisasi kalau begitu caranya,” tegas Ekawana sapaanya membantah, Senin (26/7) malam di Mataram.

Baca juga: Rizal Patikawat dijemput paksa Polda NTB, Kuasa Hukum siap kawal

Kasus laporan Ketua DPRD Kabupaten Bima Muhammad Putra Feryandi atas dugaan penghinaan lewat media sosial yang menyebabkan tiga aktivis prodemokrasi yang dianggap diperiksa lebih cepat jelas Ekawana, bukan karena Yandi anak dari Bupati Bima melainkan laporan tersebut sudah lama dan hampir dua bulan dilaporkan ke Polda NTB.

“Makannya kita panggil mereka untuk dimintai keterangan. Tapi Rizal tidak mau datang makanya kita jemput tapi bukan diamankan. Kita periksa langsung kita pulangkan. Kalau diamankan pasti kita nahan dia,” jelasnya.

Kasus yang menjerat tiga aktivis tersebut tambahnya satu orang sudah ditetapkan sebagai tersangka dan sudah keluar surat penetapannya karena sudah memenuhi kajian akademis, kajian sosial, hukum, kajian ahli IT dan azas keseimbangan.

“Ternyata semuanya memenuhi unsur dari pada laporan tersebut. Kenapa, karena saksi ahli pidana menyebutkan memenuhi unsur pidana, saksi ahli bahasa Indonesia memenuhi unsur SARA, saksi ahli ITE memenuhi unsur pelanggaran ITE. Kan gitu,” jelasnya.

Menurutnya, sementara yang digenjot sekarang Syamsul Rizal, karena dianggap proaktif. “Sementara yang proaktif inikan Rizal, kita fokusnya sama Rizal dulu. Yang dua itu Imam dan Nadiran kan sudah kita periksa dan masih diperiksa sebagai saksi. Sementara Rizal inikan dipanggil sebagai tersangka karena SPDP-nya penetapannya sebagai tersangka sudah,” ungkapnya. (Iba)