Detik NTB

Berita Nusa Tenggara Barat

Breaking News Headline Hukrim

Dirut hingga jajaran Direksi Bank NTB Syari’ah resmi dilaporkan ke Kejati dan OJK

Mataram (Detikntbcom),- Dugaan penyelewengan dana pada Bank NTB Syari’ah sebanyak Rp 10 Miliar yang diduga dilakukan oleh salah satu pegawainya berbuntut panjang.

Koalisi LSM dan Masyarakat Sipil Daerah (Lamsida), Institut Transparansi Kebijakan (ITK) serta Lembaga Advokasi Masyarakat Sipil Daerah (Lamsida) melaporkan secara resmi Direktur Utama hingga jajaran Direksi Bank NTB Syari’ah pada, Senin (29/3) siang di Kejaksaan Tinggi Nusa Tenggara Barat (Kejati NTB) atas kasus tersebut.

“Kita resmi melaporkan secara kelembagaan mulai dari direktur utama, seluruh direksi hingga dewan pengawas. Karena bagi kami kejahatan ini tidak mungkin hanya dilakukan oleh seorang oknum tanpa didukung oleh sebuah sistem dan perangkat sehingga kejahatan perbankan bisa terjadi dan ini terjadinya berulang-ulang,” ujar Direktur ITK Dedi Kusnadi ditemui usai melaporkan kasus di Kejati NTB, Senin siang.

Ia mengungkapkan, terlapor utama adalah Direktur Utama Kukuh Rahardjo. “Jadi menanggapi pernyataan beliau bahwa tidak ada kerugian keuangan nasabah dan bagi kami adalah pernyataan yang sangat keliru dari seorang direktur,” ungkapnya.

Selian itu, oknum PP yaitu pegawai penyelia pelayanan non tunai juga ikut menjadi terlapor dalam kasus tersebut. Belakangan oknum PP tersebut mengidap penyakit kejiwaan.

Sementara di tempat yang sama, Direktur Lamsida Ilham Yahyu menjelaskan, bukan saja laporan tersebut ke Kejati NTB namun juga ke Otoritas Jasa Keuangan (OJK). OJK menurutnya adalah dalam rangka memberikan penilaian-penilaian kepada bank daerah serta perangkatnya.

“Ada lima pejabat yang kami laporkan secara hukum di situ terhadap dugaan mafia perbankan kemudian persekongkolan dan pembiaran yang dilakukan oleh direktur dan jajarannya terhadap hilangnya lebih dari Rp 10 miliar yang nasabah,” ungkapnya.

Kasi Penerangan Hukum Kejaksaan Tinggi Nusa Tenggara Barat (Kejati NTB) Dedi Irawan

Sementara itu dikonfirmasi terpisah, Kasi Penerangan Hukum Kejaksaan Tinggi Nusa Tenggara Barat (Kejati NTB) Dedi Irawan membenarkan adanya laporan dari sejumlah LSM atas dugaan penyelewengan dana nasabah serta mafia perbankan di Bank NTB Syari’ah tersebut.

“Kamk akan telaah dulu karena ini masalah perbankan apakah itu termasuk korupsi atau tindak pidana perbankan. Jika ini termasuk tindak pidana korupsi maka kita tindaklanjuti, tapi jika tindak pidana perbankan maka penyidiknya bisa OJK dan kepolisian,” ujarnya.

Sebelumnya, Direktur Bank NTB Syari’ah mengakui adanya dugaan penyelewengan. Pihaknya juga akan melaporkan hal ini secara resmi ke polisi.

Dia mengatakan, temuan dugaan penyelewengan dana oleh seorang oknum karyawan berinisial PS tersebut berkat perbaikan proses bisnis yang dilakukan Bank NTB Syariah.

Temuan penyelewenangan dana tersebut berkat progres Kukuh Rahardjo dalam memberantas budaya kecurangan atau fraud di internal Bank NTB Syariah sejak pertama kali bertugas pada 2018.

“Temuan ini merupakan salah satu hasil dari perbaikan proses bisnis yang dilakukan Bank NTB Syariah sejak dikonversi pada 2018. Apa yang kami lakukan dengan melakukan rotasi bagi pejabat yang masa jabatannya lebih dari dua tahun,” ujarnya.

Strategi yang dilakukan Bank NTN Syariah dalam mencegah fraud tersebut dengan melakukan rotasi terhadap pejabat Bank NTB Syariah yang masa tugas di atas dua tahun.

“Ini adalah salah satu kebijakan manajemen, selain untuk melakukan pemuktahiran pada tugas dan tanggung jawab, sekaligus upaya untuk mencegah fraud. Alhamdulillah temuan ini diketahui oleh manajemen setelah adanya rotasi,” katanya.

Saat penyelia pelayanan non tunai berinisil PS diganti, pejabat pengganti menemukan kejanggalan dalam transaksi yang selama ini dilakukan. Temuan tersebut kemudian dilaporkan ke manajemen dan selanjutnya didalami. (Iba)

LEAVE A RESPONSE

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *