Dinilai Permalukan Icon Wisata Halal NTB, HMI Desak Pemda Cabut Ijin Metzo

Dinilai Permalukan Icon Wisata Halal NTB, HMI Desak Pemda Cabut Ijin MetzoReviewed by adminon.This Is Article AboutDinilai Permalukan Icon Wisata Halal NTB, HMI Desak Pemda Cabut Ijin MetzoBali (DetikNTB.Com),- Kasus penari tanpa busana di kawasan wisata Senggigi mengundang reaksi banyak pihak, tidak ketinggalan Himpunan Mahasiswa Islam Badko Nusa Tenggara juga angkat bicara. Ketua Umum Badko HMI Nusra, Rizal Mukhlis mengecam peristiwa memalukan tersebut. Ia mendesak Bupati Lombok Barat untuk segera mencabut izin usaha Metzo Executive Club & Karaoke Lombok yang berada di […]
Foto: Para penari tanpa busana tengah menghibur pelanggan (istimewa, sumber: Google)

Bali (DetikNTB.Com),- Kasus penari tanpa busana di kawasan wisata Senggigi mengundang reaksi banyak pihak, tidak ketinggalan Himpunan Mahasiswa Islam Badko Nusa Tenggara juga angkat bicara.

Ketua Umum Badko HMI Nusra, Rizal Mukhlis mengecam peristiwa memalukan tersebut. Ia mendesak Bupati Lombok Barat untuk segera mencabut izin usaha Metzo Executive Club & Karaoke Lombok yang berada di kawasan wisata Senggigi Lombok Barat.

“Kami mendesak Bupati Lombok Barat untuk segera mencabut izin usaha Metzo Executive Club & Karaoke Lombok,” desak Ketua Umum Badko HMI Nusra, Rizal Mukhlis, yang dihubungi di Bali, Rabu (12/2) via pesan singkat.

Menurutnya, kasus penari tanpa busana (striptis) itu tidak bisa dibiarkan karena telah mencederai NTB sebagai Pariwisata Halal dan Lombok sebagai Pulau Seribu Mesjid.

“ini tidak boleh dibiarkan, karena sudah mencederai daerah kita sebagai ikon wisata halal dunia. Apalagi Lombok ini dikenal sebagai daerah yang religius dengan julukan 1000 Masjid,” ujar Mahasiswa Pascasarjana UIN Mataram tersebut.

Untuk itulah, Aktivis HMI ini meminta agar Pemerintah Lombok Barat memberikan sanksi tegas kepada pihak Metzo Executive Club & Karaoke Lombok sebagai Pelajaran bagi tempat yang lain untuk tidak meniru dan melakukan hal yang sama.

“Pemberian sanksi tegas akan memberikan pelajaran bagi manajemen yang lain untuk tidak melakukan hal yang serupa seperti yang terjadi di Metzo,” tegas Rizal.

Selain itu Rizal juga meminta kepada Kapolda NTB untuk menindak tegas oknum penyedia layanan tarian tanpa busana dan menyisir tempat-tempat hiburan yang lain mengingat NTB ini sudah memiliki Perda Syariah tentang wisata halal.

“Kami minta kepada Kapolda NTB untuk menindak tegas dan juga menyisir tempat-tempat hiburan yang lain,” pintanya.

Tidak hanya itu, Rizal juga meminta kepada Gubernur NTB untuk melakukan koordinasi dengan Pemda Lombok Barat sebagai bentuk pertanggungjawaban Pemprov dalam menyikapi perbuatan melawan Perda Syariah tersebut.

“Gubernur NTB juga harus bertanggungjawab pada persoalan ini, segera lakukan koordinasi demi menegakkan Perda Syariah tentang wisata Halal NTB,” tandasnya.

Tak hanya kalangan Mahasiswa, Ketua DPRD Provinsi NTB, Baiq Isvie Rupaeda juga ikut geram dan mengecam praktik penyediaan jasa tarian telanjang disalah satu pusat hiburan malam dikawasan wisata Senggigi itu.

Menurut Isvie insiden tersebut telah mencoreng nama baik industri pariwisata halal NTB. Karena itu ia meminta kepada pihak pemerintah daerah untuk memberikan sanksi tegas terhadap pihak Metzo. Karena praktik tersebut dinilai sudah diluar ketentuan perizinan.

“Kalau menurut saya izinya harus dicabut, dan itu harus jelas sanksi yang paling tegas diberikan. Karena kita ini daerah wisata halal, untuk apa perda wisata halal itu ada kalau tidak bisa diterapkan, untuk apa kita berikan izin kalau dia melakukan pelanggaran,” serunya.

Ditempat terpisah, Gubernur NTB, Zulkieflimansyah mewanti-wanti kasus ini jangan sampai merusak branding wisata syariah yang tidak mudah perjuangannya.
Lombok, NTB telah mendapatkan branding wisata halal. Mewakili Indonesia dan mengalahkan sejumlah negara.

“Jangan sampai, setitik nila merusak susu sebelanga. Kita tidak menghendaki yang begitu, ini jadi pelajaran buat kita semua. Jangan kesannya menakutkan. Jangan sampai orang luar takut kesini,” ujarnya. (Iba)