Detik NTB

Berita Nusa Tenggara Barat

Breaking News Headline Hukrim

Diduga Uang Pelicin Mengalir 700 Juta di Dewan, Ali Ahmad : Kami Akan kejar Sampai Kiamat

Mataram,- Kasus hukum tentang penggabungan dan perubahan bentuk badan hukum Perusahaan Daerah (PD) NTB menjadi Perusahaan Terbatas (PT) Bank BPR sesuai dengan perda Nomor 10 tahun 2016 terus bergulir.

Menurut pengakuan tersangka kasus merger PT BPR, ada dugaan aliran dana sejumlah 700 juta mengalir ke oknum anggota dewan di Udayana dan oknum pejabat Pemprov NTB.

Ketua Komisi I DPRD NTB H Ali Ahmad menanggapi pernyataan tersebut menyampaikan, jika ada uang tersebut mengalir ke oknum anggota DPRD di Udayana maka Ia dan anggotanya akan mengawal proses hukumnya ke Kapolda dan kejati NTB.

“Saya akan kawal bersama kapolda bersama Kejati sampai tuntas kasus ini,” ucap Ali di udayana pada selasa (27/02) siang di ruang kerjanya.

Lebih lanjut, anggota DPRD NTB empat periode ini menyampaikan jika terbukti adanya uang mengalir maka Ia bersama anggota komisi I yang membidangi Hukum tersebut akan mengejar sampai tuntas.

“Kami akan kejar yah, sampai kiamat sekalipun, (Malaikat) Izra’il pun kami akan hadapi” Ucapnya semangat di hadapan media ini.

Bahkan, jika Ia menerima uang haram tersebut maka Ia meminta penegak hukum di NTB untuk menangkapnya.

“Saya kena saya ditangkap dong, jangan main-main kan begitu, saya diborgol dong kan begitu,” Ucapnya dengan suara lantang di hadapan media ini.

Sebelumnya, duta PKS H Johan Rosihan terkait dengan uang pelicin 700 juta yang masuk di oknum anggota DPRD NTB di Udayana dan oknum pejabat Pemprov NTB untuk memuluskan pembahasan Perda BPR yang dibuka oleh tersangka dugaan penyimpangan dana merger BPR oleh kejaksaan tinggi NTB tidak membantah adanya uang pelicin tersebut.

“Saya tidak bilang tidak ada, karena sebelum di Pansus ada juga proses di Bapemperda (Badan Pembentukan Peraturan Daerah),” ungkap Johan seperti dilansir dari Radar Lombok pada Senen (26/02) kemarin.

(IBA)

LEAVE A RESPONSE

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *