Dibawah Komando TGB, IPM NTB Naik di Atas Kalbar

Dibawah Komando TGB, IPM NTB Naik di Atas KalbarReviewed by adminon.This Is Article AboutDibawah Komando TGB, IPM NTB Naik di Atas KalbarMataram,- Badan Pusat Statistik (BPS) NTB merilis IPM NTB per 2017 naik peringkat dari posisi 33 dari seluruh Provinsi di Indonesia terhitung dari 2010 menjadi 29 per 2017 dari seluruh Provinsi di Indonesia. Pada posisi IPM ke 29 dari 34 provinsi di Indonesia tersebut, NTB terpaut 0,43 di bawah Provinsi Gorontalo di atas lima Provinsi […]
Foto : Kepala BPS NTB Endang Tri Wahyuningsih didampingi Kepala Bappeda NTB

Mataram,- Badan Pusat Statistik (BPS) NTB merilis IPM NTB per 2017 naik peringkat dari posisi 33 dari seluruh Provinsi di Indonesia terhitung dari 2010 menjadi 29 per 2017 dari seluruh Provinsi di Indonesia.

Pada posisi IPM ke 29 dari 34 provinsi di Indonesia tersebut, NTB terpaut 0,43 di bawah Provinsi Gorontalo di atas lima Provinsi Kalimantan Barat, Sulawesi Barat, Nusa Tenggara Timur, Papua Barat dan Papua.

“Butuh 4-5 tahun untuk sejajar atau di atas Provinsi Gorontalo”, terang Kepala BPS NTB Endang Tri Wahyuningsih, Selasa (17/04) siang di Ruang Rapat Utama Kantor Gubernur NTB di Mataram saat jumpa pers.

Indikator keberhasilan NTB tersebut lanjutnya, diukur dari 3 hal yakni, Umur Harapan Hidup saat Lahir (UHH) dengan angka 65,55 tahun, Dimensi Pengetahuan, Dimensi Standar Hidul Layak dengan angka 9,877 juta per kapita.

“Kecepatan IPM menggambarkan upaya yang dilakukan untuk meningkatkan pembangunan manusia dalam satu periode”, terangnya.

Pada tahun 2017 capaian pembangunan manusia yang diukur dengan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) NTB sebesar 66,58 dengan level sedang.

Sementara Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) NTB menanggapi hal itu menyampaikan bahwa di dunia ini tidak ada yang kebetulan, menurutnya semuanya adalah by design, hal tersebut harus diapresiasi.

“Karena ini juga bertepatan dengan akhir masa akhir jabatan pak Gubernur yang LKPJ nya akan disampaikan besok, capaian-capaian antara lain seperti IPM ini perlu mendapat apresiasi”, ujarnya semangat.

(IBA)