Di Dalam Sel, Dorfin Felix Pernah Hubungi Konsulat Jenderal Prancis

Di Dalam Sel, Dorfin Felix Pernah Hubungi Konsulat Jenderal PrancisReviewed by adminon.This Is Article AboutDi Dalam Sel, Dorfin Felix Pernah Hubungi Konsulat Jenderal PrancisMataram,- Selama berada di rumah tahanan (Rutan) lantai 2 Polda NTB Dorfin Felix tahanan WNA asing dari Prancis yang kabur hingga kini masih dalam pengejaran seluruh instrumen kepolisian baik dari Polsek hingga Mabes Polri dan Imigrasi untuk mencari keberadaan penyelundup narkotika senilai Rp 3 miliyar tersebut ternyata pernah menelpon Konsulat Jenderalnya yang ada di Bali. […]
Foto: terlihat santai, Dorfin Felix tengah menunggu di ruang tunggu Mapolda NTB sebelum diekspose akhir tahun lalu

Mataram,- Selama berada di rumah tahanan (Rutan) lantai 2 Polda NTB Dorfin Felix tahanan WNA asing dari Prancis yang kabur hingga kini masih dalam pengejaran seluruh instrumen kepolisian baik dari Polsek hingga Mabes Polri dan Imigrasi untuk mencari keberadaan penyelundup narkotika senilai Rp 3 miliyar tersebut ternyata pernah menelpon Konsulat Jenderalnya yang ada di Bali.

“Dia (pernah) menghubungi Konjen (Konsulat Jenderal Prancis). Kan di Bali ada (Konjen Prancis)” Ungkap Irwasda Polda NTB Kombes Agus Salim, Rabu (30/01) di Mataram.

Menurut Agus, hasil penyelidikan atas isi percakapan di HP yang disita yang menjadi alat komunikasi Dorfin Felix selama berada di sel atas pemberian Kasubdit Pamtah Polda NTB Kompol TM yang sudah ditahan tersebut terungkap sangat intens berkomunikasi di dunia luar bahkan dengan pacarnya yang ada di Bali.

Baca juga : 

  1. Terungkap! Dorfin Felix Dapat Sokongan Dana Dari Selingkuhnya di Bali
  2. Dorfin Diprediksi Lari Ke Timor Leste, Komisi I DPRD NTB: Patut Dipertanyakan

“Berdasarkan hasil analisa kita tadi itu intens banget gitu. Ternyata sekitar 18 kali (selama berada di sel pada hari terakhir Dorfin Kabur),” ungkapnya.

Kompol TM, tambah Agus, adalah pemain utama yang meloloskan barang yang dikirim oleh kerabatnya di Prancis serta sejumlah barang sepert HP, TV dan sejumlah fasilitas lainnya yang digunakan tersangka ini. Namun menurutnya, tidak menutup kemungkinan ada keterlibatan anggota yang lain di atas Kompol TM. Namun hingga kini sudah ada 14 anggota yang sudah dimintai keterangannya.

“Sebenarnya (Kompol TM) bukan pemeran utama lagi. Saya belum bisa (ungkap), tapi orang yang dimanfaatkan sehingga fasilitas yang diberikan berakibat kaburnya dia (Dorfin), tetapi kita mencari benang merahnya tadi gitu loh. Jadi indikasi-indikasi memenag betul mengarah kepada si TM tadi,” sambunya.

Sementara, Kompol TM kini ditahan oleh Polda NTB atas tuduhan melanggar kode etik dan SOP Polri dengan dugaan gratifikasi pada UU Pemberantasan Tindak Korupsi bahkan sampai pemecatan.

“Ancaman (untuk TM) dia masih dikenakan kode etik profesi Polri. Kemudian tadi terkait dengan dia menerima uang tadi itu kita kenakan gratifikasi,” tuturnya. (Iba)