Covid-19, Omnibus Law dan Hidden Agenda Pemerintahan Jokowi-Amin

Covid-19, Omnibus Law dan Hidden Agenda Pemerintahan Jokowi-AminReviewed by adminon.This Is Article AboutCovid-19, Omnibus Law dan Hidden Agenda Pemerintahan Jokowi-AminOleh: Eko Saputra* Indonesia saat ini lagi sedang disusupi dengan berbagai persoalan, baik itu persoalan terkait dengan Omnibus Law dan persoalan virus corona (Covid-19) yang mengacaukan sistem pengetahuan publik dalam mengawal dan mengontrol kebijakan negara. Dalam pidatonya presiden Joko Widodo, pertama kali meperkenalkan Omnibus Law pada bulan Oktober yang lalu dengan landasan memperkuat stabilitas investasi […]
Penulis: Eko Saputra (Istimewa)

Oleh: Eko Saputra*

Indonesia saat ini lagi sedang disusupi dengan berbagai persoalan, baik itu persoalan terkait dengan Omnibus Law dan persoalan virus corona (Covid-19) yang mengacaukan sistem pengetahuan publik dalam mengawal dan mengontrol kebijakan negara.

Dalam pidatonya presiden Joko Widodo, pertama kali meperkenalkan Omnibus Law pada bulan Oktober yang lalu dengan landasan memperkuat stabilitas investasi dan tenaga kerja. Sebagian masyarakat bingung dengan kehadiran RUU omnibus law.

Sebagian besar warga tidak tahu soal omnibus law karena terdengar asing dan sebagian warga mengerti dan memahami terkait RUU omnibus law sehingga ada pernyataan keras untuk menolak RUU omnibus Law. Sebab omnibus law adalah sebuah metode dan konsep yang lazim digunakan oleh negara-negara Anglo Saxon yang menganut system common law.

Sementara di Indonesia menganut system civil law yang justru akan memperpanjang sistem hukum yang sudah saling tumpang-tindih. Sehingga menimbulkan pro dan kontra di kalangan masyarakat dan pejabat publik yang sampai hari ini masih dalam perdebapatan dalam pengesahan RUU omnibus law.

Dalam perdebatan penetapan dan RUU Omnibus law sampai saat ini belum ada penghujungnya, namun dalam bulan maret 2020 akan disahkan oleh yang berwenang tanpa ada solusi dan pernyataan publik yang jeles.

Kejelasan dari penetapan omnibus law tersebut masih dalam ambigu pengetahuan publik, namun saat ini Indonesia dihadapkan dengan munculnya virus corona yang telah menghawatirkan seluruh masyarakat indonesia untuk beraktivitas. Persoalan omnibus law hilang dan lenyap begitu saja oleh hadirnya virus corona.

Trending issue virus corona membuat manusia indonesia mencemaskan virus tersebut dibandingkan masa depan manusia indonesia dengan pengesahan RUU omnibus law yang akan membunuh secara perlahan.

Sekolah dan kampus-kampus diliburkan. mahasiswa dan pelajar dilarang keluar dan berkumpul. Mahasiswa yang keluar kajian tentang omnibus law disuruh pulang oleh patroli kepolisian serta aktivitas kajian mahasiswa terkait terhambat oleh virus corona. Sementara itu dalam waktu dekat akan disahkan RUU omnibus law.

Ada kebingungan dan rasa bertanya terkait dengan liburan masal sekolah dan kampus. Sementara Lembaga kepolisian dan instansi-instansi lainnya tetap beraktivitas dan berkumpul. Bahkan liburan tersebut pun terjadwalkan karena virus corana pun terjadwalkan. Apakah potensi virus corona ini lebih memilih mahasiswa dan pelajar? Atau Virus corona tersebut lebih memilih orang yang tidak berembel pejabat? Dan herannya virus tersebut busa dijadwalkan kapan selesai waktunya.

Permainan media dan elit kekuasan dalam pengiringan opini lewat media sangat ampuh untuk mengiring masyarakat kesana dan kemari. Pejabat publik pun terindikasi corona, sementara secara logika sosial pejabat publik adalah seorang yang eksklusif. Ia adalah yang jarang bertemu ditempat umum namun ia terindikasi virus corona.

Pengiringan opini publik dengan mengumbar penampakan virus corona dengan kebohongan yang disembunyikan untuk menutupi kecemasan elite terkait dengan penolakan RUU omnibus Law. Media saat ini adalah pembohongan publik untuk merangsang mayoritas untuk mengkonsumsi issue tersebut apabila issue tersebut menarik dan seksi.

Munculnya virus corona, memberikan kekhawatiran dalam bersosial dan beraktivitas. Sementara itu, kita sedang hidup bersama virus. HIV, TBC, DBD, FLU, Cacar dan virus lainnya telah bersama kita sejak dulu. Namun, tidak ada kekhawatiran dalam kalangan manusia indonesia dengan pandemi tersebut.

Hanya saja, issue corona ini dibuat seksi dan menarik agar manusia indonesia hidup dalam ketakutan yang luar biasa sehingga pengesahan omnibus law itu tanpa dihalangi oleh perdebatan yang meruntuhkan konsep besar ini.

Dengan demikian, kesimpulan dari virus corona ini adalah menimbulkan kepanikan warga untuk hidupnya dan permainan elite kekuasaan itu mulus dan jebol dengan konsep besar yang tanpa terhalangi dengan penolakan dan perdebatan.

*Penulis adalah aktivis HMI Cabang Mataram

Editor: Ibrahim Bram A