Asosiasi Pengusaha Protes Harga Pengadaan Mesin di NTB

Asosiasi Pengusaha Protes Harga Pengadaan Mesin di NTBReviewed by adminon.This Is Article AboutAsosiasi Pengusaha Protes Harga Pengadaan Mesin di NTBMataram (Detikntbcom),- Industrialisasi yang merupakan program unggulan Gubernur NTB Dr Zulkieflimansyah. Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat melakukan pemetaan berbagai komoditas yang segera memasuki tahap industrialisasi untuk peningkatan nilai tambah. Menggeliatnya industrialisasi lokal di Provinsi Nusa Tenggara Barat. Industrialisasi sendiri merupakan salah satu program unggulan NTB Gemilang yang telah diusung sejak awal kepemimpinannya tahun 2019 yang […]
Ketua Asosiasi Pengusaha dan Perajin Logam (ASPPEL) NTB, Nazar Susan, ST,. (baju hitam) di IKM miliknya

Mataram (Detikntbcom),- Industrialisasi yang merupakan program unggulan Gubernur NTB Dr Zulkieflimansyah. Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat melakukan pemetaan berbagai komoditas yang segera memasuki tahap industrialisasi untuk peningkatan nilai tambah.

Menggeliatnya industrialisasi lokal di Provinsi Nusa Tenggara Barat. Industrialisasi sendiri merupakan salah satu program unggulan NTB Gemilang yang telah diusung sejak awal kepemimpinannya tahun 2019 yang lalu. Program ini diharapkan membangkitkan para pelaku IKM Permesinan di NTB.

Salah satu instansi yang diniatkan berperan besar dalam proses Industrialisasi di NTB ini adalah Science Technology Industrial Park (STIP) yang berlokasi di Bypass BIL 2. STIP diharapkan membina para IKM yang bergerak di bidang pembuatan mesin untuk Industrialisasi tersebut.

Ketua Asosiasi Pengusaha dan Perajin Logam (ASPPEL) NTB, Nazar Susan, ST,. mengatakan bahwa niat baik Gubernur NTB Dr Zulkieflimansyah terkait Industrialisasi ini sangat didukung, tetapi dalam realisasinya tidak mendukung para IKM Permesinan karena harga yang dianggarkan untuk pengadaan mesin di sejumlah dinas seperti tidak mendukung IKM-IKM mesin untuk berkembang.

“Harga yang ditetapkan sekarang itu turun. Tidak realistis dengan harga itu bagi kami IKM bisa mengerjakannya. Hal inilah yang kemudian menjadi salah satu kesimpulan yang kami anggap sebagai penggangu semangat Industrialisasi yang digagas Gubernur. Saya melakukan cek harga atas 120 jenis mesin dengan jumlah item mesin lebih dari 2000. Ternyata, harganya seperti harga – harga yang tidak mendukung kami di IKM, masa harganya kayak harga produk massal dan harga mesin dari pulau jawa” jelas Direktur CV. Mataram Teknik, Lembar Lombok Barat ini pada media pada Rabu (8/7).

Dalam hal ini, pihaknya sudah melayangkan protes kepada Direktur STIP pada hari Jumat, 3 Juli 2020 di kantor STIP kemarin.

“Tetapi beliau mengatakan jika tidak merasa menguntungkan jangan dikerjakan,” ungkapnya mengutip pernyataan Direktur STIP.

Statemen ini katanya, sangat disayangkan keluar dari salah seorang kepercayaan Gubernur di bidang Industrialisasi ini. “Lalu, kalau bukan untuk pengembangan IKM, untuk apa ini di gembar – gemborkan,” tambah alumni FT Universitas Mataram ini yang juga penemu mesin tungku gasifikasi biomasa untuk open tembakau dan lain-lain.

“Kami sudah bersurat ke Gubernur untuk beraudiensi untuk menyampaikan aspirasi para anggota Asosiasi Pengusaha dan Perajin Logam (ASPPEL) NTB. Beliau (Gubernur NTB) telah mengatakan akan memberikan kail bukan ikan. Kalau faktanya seperti ini, hal itu tentu tidak bisa terjadi,” tutup pembuat mesin CNC Plasma Cutter ini. (Iba)